Maluku Corner Unpad Kaji Masalah Turunnya Kualitas Jeruk Seluasa di Tanimbar

[unpad.ac.id, 12/4/2019] Pusat Unggulan Maluku Corner Universitas Padjadjaran berkontribusi dalam upaya meningkatkan produksi jeruk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Kontribusi ini didasarkan atas hilangnya plasma nutfah jeruk seluasa, salah satu komoditas jeruk unggulan di Tanimbar.

Pusat Unggulan Maluku Corner Universitas Padjadjaran berkontribusi dalam upaya meningkatkan produksi jeruk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Jeruk seluasa menjadi komoditas jeruk unggulan di Kabupaten Tanimbar. Produktivitas yang fluktuatif dan menurunnya kualitas jeruk menjadi beberapa masalah yang dihadapi petani.*

Jeruk seluasa, sejenis jeruk keprok, sempat diharapkan menjadi komoditas lokal unggulan dari Tanimbar. Namun, harapan ini tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Produktivitas yang fluktuatif dan menurunnya kualitas jeruk menjadi beberapa masalah yang dihadapi petani.

Saat ini, Pemkab Tanimbar fokus mengembangkan jeruk seluasa di dua kecamatan, yaitu Pulau Fordata atau tempat pertama kali jeruk seluasa ditama, serta Wermaktian. Kedua lokasi ini memiliki ketinggian tempat sekitar 400 m dpl dan cocok sebagai lokasi budidaya jeruk.

Dengan difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kecamatan Pulau Fordata, Tanimbar, Maluku Corner melakukan penyuluhan sekaligus mengkaji masalah penghambat produksi jeruk. Penyuluhan ini telah diawali dengan diundangnya para  petani jeruk seluasa ke kampus Unpad pada November 2018 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Maluku Corner mengajak studi banding ke pembudidaya jeruk keprok di Lembang, Indramayu, dan Garut. Selanjutnya, Maluku Corner telah melakukan kajian singkat di Sentra Jeruk di Dewa Walerang, Kecamatan Fordata, 8 – 10 April lalu.

Kajian tersebut menemukan ada dua masalah dalam budidaya jeruk seluasa. Masalah pertama adalah ketiadaan bibit okulasi. Jeruk ditanam menggunakan biji yang tidak menjamin produktivitas optimal.

“Masalah besar lainnya adalah petani hanya menanam dan bukan berbudidaya jeruk. Mereka belum mengetahui bahwa jeruk memerlukan perawatan intensif dengan teknologi budidaya spesifik,” ujar Ketua Maluku Corner Unpad Dr. Reginawanti Hindersah.

Selanjutnya, Dr. Regina dan tim telah dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang dapat mengambil peran dalam pengembangan jeruk ini, termasuk penangkar benih jeruk bersertifikat di Kairatu Ambon dan Balitjertro Malang.

Para mitra memutuskan agar dokumen usulan pengembangan jeruk berikut peta jalannya segera disusun dan diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun Pemerintah Provinsi Maluku. Harapannya, Jeruk Seluasa akan mulai menapak untuk mencapai produksi optimal dalam tiga tahun mendatang.*

Rilis: Maluku Corner Unpad