Seluruh Unsur dalam Organisasi Berperan Meningkatkan Talenta Sumber Daya Manusia

[unpad.ac.id, 24/4/2019] Menghadapi era industri 4.0, penguatan sumber daya manusia menjadi hal penting untuk dilakukan. Agar mencapai perkembangan organisasi yang baik, dibutuhkan  implementasi manajemen talenta yang baik pula.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Ari Hendrarto Saleh, S.E, M.Si., (kanan) saat menjadi pembicara kunci dalam “Seminar Nasional, Konferensi Kepegawaian 2019” yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (24/4). (Foto: Tedi Yusup)*

Output manajemen talenta, jelas kita harapkan akan bisa mendapatkan SDM yang berintegritas tinggi. Kita harapkan mendapatkan SDM yang berkinerja dan berkompetensi tinggi, yang punya semangat untuk mengembangkan diri, serta memiliki kesiapan menjalani perubahan,” ujar Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Ari Hendrarto Saleh, S.E, M.Si.

Ari menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional, Konferensi Kepegawaian 2019 yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (24/4) dan Kamis (25/4). Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K), M.Kes., PhD.

Dikatakan Ari, dengan manajemen talenta, organisasi diharapkan dapat memiliki sumber daya manusia dengan  karakter”4C3S”, terdiri dari kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), komunikatif (communication), kolaborasi (collaboration), cerdas (smart),teguh (solid), dan tangkas (speed).

Ari  pun menjelaskan, ada tiga proses utama yang terjadi dalam manajemen talenta. Pertama, mencari dan menarik sumber daya manusia terbaik yang memiliki potensi, kompetensi, dan komitmen untuk bekerja pada perusahaan.

Kedua adalah mengenai upaya mengembangkan potensi karyawan terbaik, baik yang baru bergabung maupun yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, memelihara dan mempertahankan karyawan terbaik yang sudah ada di perusahaan.

Pengelolaan SDM di organisasi yang biasanya hanya dilakukan oleh divisi atau bagian kepegawaian. Ke depan, semua lini pimpinan perlu berperan. Menurut Ari, para pejabat eselon I dan II perlu berperan untuk mendapatkan orang-orang yang bertalenta demi perkembangan organisasi.

“Jadi tanggung jawabnya tidak hanya berfokus kepada biro SDM atau departemen SDM atau apapun namanya bagian kepegawaian,” ujarnya.

Seminar Nasional, Konferensi Kepegawaian 2019

Seminar Nasional dan Konferensi Kepegawaian 2019 digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Acara tersebut mengangkat tema “Peran Talent Management untuk Mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang Profesional dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

“Melalui konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan peran jabatan fungsional Analis Kepegawaian dan Jabatan Pelaksana dalam upaya profesionalisme Aparatur Sipil Negara dan pengembangan sumberdaya manusia untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Ketua Pelaksana Seminar Konferensi Kepegawaian 2019 Leni Rohida, S.Sos., M.Si.

Turut pula hadir sebagai pembicara yaitu Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Dr. Purwanto, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayaguanaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl. SE, M.Eng, Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti RI Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd, M.A, Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Dr. Herman, M.Si, dan Ketua Ikatan Profesi Analis Kepegawaian RI H. Jono, S.Sos, M.M.

Acara tersebut dihadiri oleh 649 peserta dari berbagai instansi di Indonesia. Selain presentasi dan diskusi bersama para pembicara, juga dilaksanakan presentasi makalah dari para peserta.

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am