Sebanyak 157 Tenaga Kependidikan Fungsional Unpad Ikuti Lokakarya Peran Arsip pada Layanan Kepegawaian

[unpad.ac.id, 16/05/2019]Sebanyak 157 peserta  mengikuti Lokakarya Layanan Kepegawaian bagi para Fungsional Tenaga Kependidikan dengan tema “Peningkatan Mutu Arsip untuk Layanan Kepegawaian”. Acara digelar Direktorat Sumber Daya Manusia Unpad di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jatinangor, Rabu (15/5) dan Kamis (16/5).

Suasana Lokakarya Layanan Kepegawaian bagi para Fungsional Tenaga Kependidikan dengan tema “Peningkatan Mutu Arsip untuk Layanan Kepegawaian” di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jatinangor, Rabu (15/5) dan Kamis (16/5). (Foto: Tedi Yusup)*

Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Manusia Unpad Drs. Gatot Riwi Setyanto, M.Si. mengatakan bahwa disrupsi teknologi di era revolusi industri 4.0 merupakan suatu keniscayaan yang harus diikuti dengan kemampuan adaptasi. Hal tersebut juga dialami dalam layanan kepegawaian di lingkungan Unpad. Menurut Gatot, tenaga kependidikan Unpad perlu memahami bahwa era industri 4.0 akan mengubah banyak hal, termasuk di bidang kearsipan.

“Tantangan ini harus kita hadapi, segera menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, era 4.0 memicu kita harus mengikuti dari sisi kecepatan, siapa cepat dia akan memenangkan kompetisi,” ujar Gatot.

Lebih lanjut Gatot mengatakan bahwa akurasi data merupakan hal yang penting, terutama dalam melaksanakan tugas administrasi. Persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama sehingga komunikasi dan koordinasi sangat dibutuhkan.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang komunikasi dan sharing yang saling bersinergi diantara jabatan fungsional. Sinergi yang baik layanan kepegawaian dan kearsipan, dua-duanya merupakan profesi yang saling bergantungan dan saling support,” tutur Gatot.

Sementara itu, Kepala Kantor Arsip Unpad Drs. Sudarma, M.M, selaku keynote speaker  menjelaskan kedudukan kantor arsip di Unpad dan gagasan kearsipan Unpad ke depan, dengan tema “Arsip Memberi Arti dan Menjadi Memori “.

“Arsip hidup dimana-mana dan tidak pernah mati karena usia, dari lahir sampai muncul kembali, arsip ada dipikiran dan tindakan kita. Persoalannya kita tidak pernah tau sejarah yang baik kalau kita sendiri tidak pernah mencatatnya dengan baik. Seluruh pegawai akan bersentuhan dengan arsip, file, dan informasi. Arsip bisa merubah perilaku pegawai. Dengan menyimpan arsip, mencatat dan menggunakannya kembali, kalau dilakukan berulang-ulang maka akan terbentuk tertib arsip,” paparnya.

Lebih lanjut Sudarma mengatakan bahwa kewajiban arsip adalah tanggung jawab bersama. Informasi dari arsip, dapat menghindarkan dari salah komunikasi, mencegah adanya duplikasi pekerjaan, dan membantu mencapai efisiensi kerja.

“Mari kita mulai bekerja sama untuk ‘Sadar Tertib Arsip’. Menjadi jati diri suatu lembaga yang tidak akan pernah hilang,” ujar Sudarma.

Selain Sudarma, kegiatan ini  diisi oleh para pemateri dari Tim Analis kepegawaian dan Tim Arsiparis Tenaga Kependidikan Unpad. Adapun materi yang didapat peserta diantaranya adalah mengenai peran arsip dalam manajemen kepegawaian,  layanan karir dosen dan tenaga kependidikan, layanan tugas belajar, layanan pensiun, serta disiplin dan konseling. Pemberian materi diselingi dengan diskusi yang membahas solusi peran arsiparis untuk terlibat membantu permasalahan layanan kepegawaian.

Pelatihan dan workshop ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Direktorat SDM Unpad sebagai bahan penyusunan prosedur layanan kepegawaian yang terintegrasi dengan sistem kearsipan. *

Rilis: Wati Sukmawati/art