Selain Fisik, Jiwa dan Mental Juga Harus Sehat

[unpad.ac.id, 17/5/2019] Mahasiswa kelas C program studi Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan “Aku Project 2019” berupa gelar wicara bertajuk “Aku-Bicara: Selalu ada ruang untuk pahami diri sendiri” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (14/5) lalu.

Sejumlah pembicara hadir dalam  gelar wicara bertajuk “Aku-Bicara: Selalu Ada Ruang untuk Pahami Diri Sendiri” yang digelar mahasiswa kelas C program studi Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (14/5) lalu.*

Gelar wicara ini membahas mengenai pentingnya kesehatan mental, sikap peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan sosial. Menghadirkan pembicara Instruktur Hipnoterapi Indonesia dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ., dosen Fakultas Psikologi Unpad Hari Setyowibowo, M.Psi., serta perwakilan dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI dr. Lina Regina Mangaweang, Sp.KJ.

“Kesehatan mental itu sangat penting bagi mahasiswa-mahasiswa. Sehat itu tidak hanya fisik, tetapi sehat juga secara jiwa dan mental,” ujar Hari.

Hari menjelaskan, adakalanya seseorang ingin menyendiri dari keramaian. “Menyendiri tidak berarti kesepian, tapi satu hal yang perlu ditanamkan bahwa ‘sendiri, saya baik baik saja. Bersamamu,saya lebih baik.’ Ini artinya, kita butuh orang lain tetapi kita jangan sampai ketergantungan dengan orang lain,” paparnya.

Sementara itu, Jiemi mengungkapkan, kesehatan bukan hanya berbicara soal fisik, tetapi juga harus sehat mental dan sehat relasi.

Terkait perubahan suasana hati (mood) secara ekstrem, Jiemi menerangkan bahwa proses ini wajar dialami oleh manusia. Jangan langsung menilai bahwa perubahan ini merupakan hal negatif. Namun, ketika perubahan itu mengganggu beraktivitas secara normal, ini baru merupakan masalah.

“Perubahan mood yang dirasakan seseorang, apabila telah menyebabkan gangguan untuk orang tersebut beraktivitas secara normal, bias jadi tanda gangguan kejiwaan” jelas Jiemi.

Dalam mendukung edukasi kesehatan jiwa di masyarakat, Kemenkes RI gencar melakukan sosialisasi untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan jiwa kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan mengunjungi sekolah dan menyebarkan informasi melalui selebaran, brosur, dan video.

“Kemenkes juga memiliki aplikasi untuk mendeteksi kesehatan jiwa, jika memang memerlukan tindakan lebih lanjut, akan dianjurkan untuk melakukan konseling,” ujar Lina.

Acara Aku Project 2019 sendiri diisi dengan pameran instalasi seni, hingga deteksi kesehatan jiwa dan konseling oleh tim Kemenkes RI serta Tim Pelayanan dan Bimbingan Konseling (TPBK) Unpad.*

Rilis: Fadhilah Saba Arianto (Radio Unpad) dan Aku Project 2019/am