Prof. (Em). H. Judistira K. Garna, drs., PhD, Tutup Usia

[unpad.ac.id, 10/6/2019] Universitas Padjadjaran kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Guru Besar Emeritus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Prof. (Em). H. Judistira K. Garna, drs., PhD, meninggal dunia pada usia 83 tahun di Rumah Sakit Advent, Bandung, Kamis (6/6) lalu.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD, menyampaikan sambutan dalam upacara pelepasan jenazah  Guru Besar Emeritus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Prof. (Em). H. Judistira K. Garna, drs., PhD, di Masjid Al Jihad kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (10/6). (Foto: Tedi Yusup)*

Almarhum mendapat upacara pelepasan di Masjid Al Jihad kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (7/6). Dalam upacara tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K), M.Kes., PhD menyampaikan kata sambutan.

Prof. Judistira merupakan guru besar bidang Antropologi dan Sosiologi di Unpad. Mulai mengajar sebagai dosen di FISIP Unpad pada 1961 hingga 2006 dan di Program Pascasarjana FISIP Unpad pada 2004 hingga 2019. Selain itu, almarhum juga banyak mendapat kehormatan sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Dedikasi terbesar yang telah ditorehkan Prof. Judistira adalah menginisiasi berdirinya program studi Antropologi pada FISIP Unpad. Selain itu, bersama Prof. Kusnaka Adimiharja (alm), beliau merintis kerja sama antara Unpad dan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui penyelenggaraan Seminar Kebudayaan Indonesia Malaysia (SKIM) yang rutin digelar setiap dua tahun sekali sampai saat ini.

Di bidang kepakarannya, almarhum merupakan satu dari sedikit pakar yang konsisten terhadap studi masyarakat Kanekes (Baduy). Terkait kepakarannya ini, guru besar kelahiran Ciamis, 27 Juli 1936, telah banyak menuangkannya dalam berbagai bidang, baik seminar, karya tulis ilmiah, maupun buku populer.*

Laporan oleh Arief Maulana