Mahasiswa Unpad Kembangkan Gelembung Nano untuk Pendingin Pasif Reaktor Nuklir

[unpad.ac.id, 15/7/2019] Sejumlah mahasiswa Fisika Universitas Padjadjaran mengembangkan sistem pendingin yang mampu mendinginkan lebih cepat pada sistem pendingin aktif reaktor nuklir. Penelitian ini bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Model generator gelembung nano yang dikembangkan tiga mahasiswa Fisika Universitas Padjadjaran, Intan Farwati, Try Hutomo, dan Rosaldi Pratama.*

Mahasiswa tersebut terdiri dari Intan Farwati, Try Hutomo, dan Rosaldi Pratama. Ketiganya mengembangkan sistem pendingin dengan memanfaatkan material gelembung berisi gas dengan berukuran nano. Material ini dikenal dengan nama Nanobubble.

Try menjelaskan, penelitian mengenai gelembung nano ini berangkat dari riset yang sudah dilakukan ilmuwan India, yaitu G. Senthilkukmar. Lewat risetnya, gelembung nano disimpan pada air yang dipanaskan.

Hasilnya, gelembung ini dipercaya memiliki kapasitas panas dan konduktivitas yang tinggi. Namun, gelembung nano mampu mendinginkan air lebih cepat daripada air biasa tanpa nanobubble.

Dari riset tersebut, Try dan kawan-kawan mencoba mengembangkan gelembung nano ini untuk pemakaian lebih kompleks, yaitu untuk membantu kinerja pendingin pasif pada sistem pendingin aktif reaktor nuklir.

Batan sendiri telah membuat suatu rancangan pendingin reaktor nuklir bernama Pre-FASSIP 02 (Preliminary Fasilitas Sistem Pasif). Sistem pendingin pasif adalah sistem pendingin sebagai mitigasi ketika sistem pendingin aktif mati. Pengembangan dilakukan pasca-kecelakaan reaktor nuklir yang terjadi beberapa tahun lalu di Jepang.

Try menjelaskan, agar sistem pendingin pasif ini bekerja lebih baik, gelembung nano berperan sebagai fluida yang menggantikan air agar gaya apung semakin besar dan kecepatan sirkulasi alam semakin cepat. Semakin cepat sirkulasi terjadi, semakin baik pula sistem pendingin bekerja.

“Hasilnya nanobubbles dapat mempercepat kecepatan pendinginan hingga 10 kali lipat.  Air yang mengandung nanobubbles dapat memperingan pergerakan.  Selain itu air yang mengandung nanobubbles memiliki ketahanan panas lebih baik,” papar Try dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Diharapkan, penggunaan gelembung nano ini dapat meminimalisasi risiko kecelakaan reaktor nuklir, sehingga tingkat keamanannya menjadi lebih baik.

Penelitian ini masuk ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa kategori Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berhasil mendapatkan dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI.*

Rilis/am