Tiga Belas Kelompok PKM Unpad Jalani Monev Eksternal

[unpad.ac.id, 9/7/2019] Sebanyak 67 kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari 22 perguruan tinggi di Jawa Barat mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal PKM 5 Bidang Tahun 2019 di Auditorium Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor, Selasa (9/7) hingga Kamis (11/7). Dari jumlah tersebut, tiga belas kelompok PKM berasal dari Unpad.

Suasana Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal PKM 5 Bidang Tahun 2019 di Auditorium Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor, Selasa (9/7) hingga Kamis (11/7). (Foto: Tedi Yusup)*

Pelaksanaan Monev Eksternal di Unpad dibuka oleh Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Dr. Wawan Hermawan, M.S. Diharapkan Prof. Wawan, pelaksanaan monev PKM di Unpad berjalan lancar dan para peserta mendapatkan hasil yang optimal.

“Selamat berkompetisi, selamat berinovasi, dan semoga hasilnya membanggakan kita semua,” harap Prof. Wawan.

Adapun reviewer yang hadir ke Unpad merupakan perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti  adalah Prof. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si., dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Slamet Riyadi, ST., M.Sc., Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Diungkapkan Prof. Amin, tugas para reviewer dalam monev kali ini antara lain untuk menjamin terpilihnya mahasiswa berkualitas untuk berlaga di Pimnas, melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan PKM mahasiswa, serta untuk melihat akuntabilitas input, proses, dan output PKM.

Dalam pelaksanaan monev, masing-masing kelompok akan diberikan kesempatan presentasi selama sepuluh menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama sepuluh menit. Masing-masing kelompok PKM pun diminta untuk mempersiapkan berbagai hal terkait luaran kegiatan PKM, meliputi laporan kemajuan, draft laporan akhir dan draft artikel, serta produk dari setiap PKM.

“Harapan kami ada perwakilan yang bisa lolos ke Pimnas dari perguruan tinggi ini,” harap Prof. Amin.

Adapun 13 Judul PKM Unpad yang didanai Kemenristekdikti antara lain:

1. EKS-PACTOR : Ekspresi Gen Apoptosis MCF-7 Sel Kanker Payudara Terhadap Ekstrak Cladosporium;

2. BIOSMS : Biogeografi dan Studi Migrasi Suku Sunda Menggunakan Analisis Filogenetik DNA Mitokondira;

3. Jemukti (Jentik Nyamuk Mati) Pembasmi Jentik Nyamuk dari Limbah Kulit Jeruk Nipis untuk Mengurangi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah;

4. Ekstrak Erythrina subumbrans sebagai Bahan Obat Baru untuk Radang Paru-Paru (Klibsella pneumoniae);

5. Pak Rahman: Pemanfaatan Ekstrak Alga Merah (Eucheuma Cottonii) Sebagai Sumber Fitohormon untuk Pertumbuhan Kedelai (Glycine Max L.);

6. Pendingin Gelembung Nano untuk Mengatasi Kegagalan Sistem Pendingin Aktif Reaktor Nuklir; 

7. Pengaruh Induksi Spektrum Cahaya LED terhadap Produksi Biopigmen Arthrospira sp.;

8. Aa Eris PP” Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Batang Erythrina subumbrans (Fabaceae) Sebagai Pencegah Penuaan;

9. Validasi Metode Pemisahan Teknesium-99m-Alfa mangostin dan Iodium-131-Alfa mangostin sebagai Pendeteksi kanker payudara baru menggunakan hplc-gamma counter;

10. Plesetan (Plester Penutup Luka Turbinaria ornata): Inovasi Penutup Luka Alami Hasil Pemanfaatan Bahan Bahari;

11. Eksplor (Ekstrak Spons Laut Aaptos suberitoides): Pemanfaatan Kekayaan Maritim Indonesia sebagai Inovasi Pengembangan Pengobatan Kanker berdasarkan Parameter Kematian dan Migrasi Sel Kanker Kolon Caco2 dan HCT 116;

12. Kompor Lansia: Komposit Hidroksiapatit-Lantanum Oksidat Lantanum Oksida dari Cangkang Telur Ayam dengan metode Hidrotermal; 

13. Komposit Biomaterial Hidroksiapatit-Biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi Sebagai Adsorben Limbah Cair.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am