Unpad Jadi Pionir Pelaksanaan KKN Tematik Kewirausahaan

[unpad.ac.id, 12/7/2019] Sebanyak 530 mahasiswa Universitas Padjadjaran mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan 12 – 28 Juli 2019. Peserta dilepas secara simbolis di pelataran Kawasan Sains dan Teknologi kampus Unpad, Jatinangor, Jumat (12/7).

Pelaksana Tugas Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., memakaikan jas almamater kepada mahasiswa sebagai simbolis pelepasan KKN Tematik Kewirausahaan. Pelepasan digelar di pelataran Kawasan Sains dan Teknologi kampus Unpad, Jatinangor, Jumat (12/7). (Foto: Tedi Yusup)*

Acara pelepasan tersebut dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwadani dan Pelaksana Tugas Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. Peserta KKN Tematik Kewirausahaan ini akan disebar ke 53 desa di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.

“Ini sebuah keberuntungan bagi Sumedang menjadi tempat KKN Tematik yang akan diberikan pendampingan pengetahuan masyarakatnya supaya usahanya menjadi maju,” ujar Dony.

Pelaksanaan KKN Tematik Kewirausahaan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat dengan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing yang berfokus pada penguatan kewirausahaan. Program Kemenristekdikti ini didukung penuh USAID Mitra Kunci Initiative, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta BRI Microfinance.

Sebanyak 10 perguruan tinggi Indonesia menjadi pelaksana kegiatan KKN ini. Unpad menjadi perguruan tinggi percontohan pertama yang mengimplementasikan aspek pembelajaran transformatif kewirausahaan melalui KKN Tematik ini.

Dony mengatakan, karena KKN ini menjadi pionir, ia mengharapkan peserta dapat memanfaatkannya dengan baik. Berbagai potensi desa diharapkan dapat diangkat dan dipromosikan dengan baik. “Karena ini sebuah pionir, maka diharapkan akan menjadi standar ke depannya,” kata Dony.

Dalam sambutannya, Prof. Rina mengatakan, KKN Tematik Kewirausahaan ini telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di Unpad. Dengan demikian, mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan akan mendapat nilai untuk mata kuliah KKN. Selain itu, berbagai pembelajaran selama KKN juga bisa diangkat menjadi topik skripsi.

“Jika selama di desa itu (mahasiswa) mempunyai ide brilian, maka kita akan promosikan menjadi mahasiswa brilian di Kemenristekdikti,” ujarnya.

Prof. Rina menjelaskan, mahasiswa brilian merupakan mahasiswa yang punya jiwa kewirausahaan yang tidak hanya diaplikasikan untuk diri sendiri, tetapi juga di masyarakat. Masyarakat desa dengan berbagai potensinya mampu didorong menjadi pengusaha oleh mahasiswa.

“Kalau tahapannya sudah sampai pada memberdayakan masyarakat, dibantu dengan mitra yang ada, itu yang disebut nanti Anda menjadi calon mahasiswa yang brilian yang akan didaftar di Kemenristekdikti,” kata Prof. Rina.

Nantinya, berbagai potensi bisnis yang ada di setiap desa akan diseleksi dan dipilih 10 unit usaha paling terbaik. Berbagai usaha unggulan ini akan dilakukan pendampingan di Kawasan Sains dan Teknologi Unpad.

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., mengatakan, KKN Tematik Kewirausahaan ini dilaksanakan pada 12 Juli hingga 28 Juli 2019. Selama 2 minggu, mahasiswa akan tinggal di desa dan melaksanakan sejumlah program.

Adapun lima kecamatan lokasi KKN Tematik Kewirausahaan sendiri antara lain Jatinangor, Sukasari, Tanjungsari, Cimanggung, dan Pamulihan. Setiap desa akan diisi oleh 10 orang mahasiswa.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis/Oorange Unpad Diana Sari, PhD, menyampaikan, pelaksanaan KKN Tematik Kewirausahaan ini menggunakan beragam modul kewirausahaan dari USAID. Modul ini meliputi pemetaan potensi desa, pemberian pembelajaran terkait model bisnis dan keuangan, hingga monitoring dan evaluasi.

“Modul ini sangat lengkap, mulai pemetaan potensi sampai mengukur keberhasilan dari KKN ini sendiri,” kata Diana.

Luaran dari KKN Tematik ini adalah menghasilkan satu website untuk satu desa. Website ini, kata Diana, dapat memunculkan berbagai produk unggulan dari desa lokasi KKN. Selain itu, diharapkan akan terbentuk forum-forum kewirausahaan di tingkat desa dan kecamatan.

“Produk yang sudah unggul, bisa juga dimasukkan ke lokapasar (marketplace) di Indonesia,” kata Diana.*

Laporan oleh Arief Maulana