Dulu Jadi Mahasiswa Termuda, Kini Rinaldi Wilopo Jadi Wisudawan Termuda Unpad

[unpad.ac.id, 7/8/2019] Rinaldi Wilopo pada 2015 lalu tercatat sebagai mahasiswa baru termuda Universitas Padjadjaran. Kini, ia kembali meraih predikat sebagai wisudawan termuda program Sarjana pada Upacara Wisuda Gelombang IV Tahun Akademik 2018/2019 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (7/8).

Rinaldi Wilopo. (Foto: Arief Maulana)*

Rinaldi lulus dari program studi Matematika Unpad pada usia 18 tahun 11 bulan 9 hari dengan predikat “Pujian”. Skripsi yang diangkatnya berjudul “Algoritma Kleen Star yang Diperbarui dalam Aljabar Max-plus dan Penerapannya pada Penjadwalan Kereta Api”. (baca juga: Masuki Usia 15 Tahun, Rinaldi Wilopo Mulai Kuliah di Matematika Unpad)

Dalam skripsi tersebut, Rinaldi mencoba menemukan metode optimalisasi jadwal kereta api dengan menggunakan aljabar. Metode ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko keterlambatan dari perjalanan kereta api.

“Perjalanan kereta api itu ‘kan ada jadwalnya. Bagaimana caranya supaya keretanya tidak terlambat dengan menggunakan aljabar. Dibentuk matriksnya dan dihitung dengan cara matematika, nanti dapatlah jadwal yang optimal,” kata Rinaldi saat ditemui di sela pelaksanaan wisuda, Rabu (7/8).

Program studi Matematika mantap dipilih Rinaldi saat mendaftar ke Unpad. Alasannya, ia sudah menyukai pelajaran matematika sejak duduk di bangku sekolah. Di sisi lain, ia optimistis matematika memiliki peluang yang baik di masa depan.

Pada 2015 lalu, Rinaldi tidak menyangka bisa lulus ke prodi Matematika Unpad lewat jalur SBMPTN. Saat itu, Rinaldi masih berusia 15 tahun. Sering masuk kelas akselerasi pada SMP dan SMA menjadikan Rinaldi diterima di Unpad pada usia yang masih belia.

Semula, Rinaldi ingin mengejar target lulus cepat. Namun, selama menjalani perkuliahan, ia merasa banyak hal yang bisa dipelajari di luar aktivitas akademik. “Saya awalnya ingin cepat (lulus), tapi akhirnya, saya ingin mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya tapi tetap bisa lulus tepat waktu,” ujar Rinaldi yang lahir di Padang, 13 Juli 2000.

Selain fokus di perkuliahan, Rinaldi juga aktif di kegiatan keorganisasian. Ia pun bergabung sebagai pengurus himpunan di program studi, hingga pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika Regional Jawa Barat.

Ia berpendapat, aktif di organisasi banyak mengajarkan kemampuan di luar akademik. “Dengan ikut organisasi terasa sekali bagi saya, dari awalnya komunikasi gak lancar, sekarang lancar berkomunikasi,” kata Rinaldi yang ingin melanjutkan studi Magister di luar negeri.*

Laporan oleh Arief Maulana