Pemilihan Rektor Unpad 2019-2024 Kembali Digelar

[unpad.ac.id, 12/8/2019] Universitas Padjadjaran kembali menggelar pemilihan Rektor periode 2019-2024. Pendaftaran Bakal Calon Rektor mulai dibuka pada Selasa, 13 Agustus 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unpad Dr. Soni A. Nulhaqim, M.Si., (kanan) didampingi Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Syauqy Lukman, M.S.M., saat memberikan keterangan kepada para wartawan seputar Pemilihan Rektor Unpad di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (9/8). (Foto: Atep Rustandi)*

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unpad Dr. Soni A. Nulhaqim, M.Si., mengatakan, ada sejumlah pembaruan dari tahapan pemilihan Rektor yang akan dilaksanakan mulai Selasa (13/8). Pembaruan ini mengacu pada Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan, Penetapan, dan Pelantikan Rektor Unpad.

Salah satu kebaruan mekanisme tersebut adalah adanya tahapan penjaringan Bakal Calon Rektor oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan Unpad. Pendaftar Pilrek Unpad akan dilakukan penjaringan terlebih dahulu oleh sivitas dan tenaga kependidikan sebelum ditetapkan menjadi Bakal Calon Rektor. Penjaringan dilakukan secara daring (online).

“Penjaringan daring ini bertujuan melihat aspirasi dari sivitas dan tenaga kependidikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses penetapan Bakal Calon Rektor. Ini menjadi nuansa partisipatif dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan,” kata Dr. Soni saat jumpa pers dengan awak media, Jumat (9/8).

Selain itu, Calon Rektor terpilih nantinya akan dilakukan penilaian rekam jejak Calon Rektor terhadap aspek keuangan, media sosial, radikalisme, dan terorisme. Dr. Soni menjelaskan, saat memasuki tahap ini, MWA Unpad akan bekerja sama dengan institusi terkait proses penilaian tersebut.

Persyaratan Umum

Dalam jumpa pers tersebut, Dr. Soni menjelaskan sejumlah persyaratan terkait Rektor Unpad 2019-2024. Persyaratan tersebut meliputi:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Berkewarganegaraan Indonesia;
  • Memiliki gelar akademik Doktor (S3) dan memiliki jabatan akademik paling rendah lektor kepala yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri terakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kemenristekdikti;
  • Berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat;
  • Sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas sebagai Rektor yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dan psikolog dari rumah sakit pemerintah pusat atau pemerintah daerah;
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  • Memiliki integritas diri yang baik;
  • Mempunyai visi, wawasan, dan minat terhadap pengembangan Unpad;
  • Memahami sistem pendidikan Unpad dan nasional;
  • Memiliki kompetensi manajerial;
  • Memiliki rekam jejak akademik dan kepemimpinan akademik yang baik;
  • Bersedia dicalonkan sebagai Rektor yang dinyatakan secara tertulis; dan
  • Tidak sedang menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau izin belajar dalam rangka studi lanjut yang meninggalkan tugas tridharma perguruan tinggi yang dinyatakan secara tertulis;
  • Sesuai Pasal 10 Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 1 Tahun 2019, bahwa pendaftar Calon Rektor yang sedang menduduki jabatan di luar Unpad dan status jabatan akademiknya tidak aktif, dapat mendaftar setelah mengundurkan diri dari jabatan strukturalnya dan jabatan fungsional akademiknya diaktifkan kembali sesuai dengan peraturan perundang-undanga

Secara umum, persyaratan administratif yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk;
  • Fotokopi Akta Kelahiran/Kenal Lahir;
  • Fotokopi Ijazah Doktor (S3) yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian;
  • Fotokopi Keputusan mengenai jabatan fungsional dosen paling rendah Lektor Kepala;
  • Surat keterangan sehat jasmani (termasuk bebas narkotika, prekursor, dan zat adiktif lainnya) dan rohani berdasarkan surat keterangan dokter dan psikolog dari rumah sakit pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai pemeriksaan standar kesehatan;
  • Surat keterangan catatan kepolisian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  • Surat pernyataan tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  • Keputusan pengangkatan sebagai pimpinan di lingkungan perguruan tinggi, dengan jabatan paling rendah kepala departemen atau ketua program studi atau sebutan lainnya yang setara;
  • Surat pernyataan kesediaan menjadi bakal calon rektor dengan bermaterai cukup;
  • Surat pernyataan kesediaan penelusuran rekam jejak keuangan, media sosial, radikalisme dan terorisme;
  • Surat pernyataan tidak sedang menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau izin belajar dalam rangka studi lanjut yang meninggalkan tugas tridharma perguruan tinggi;
  • Tulisan singkat mengenai motivasi untuk menjadi Rektor Unpad, 150 sampai dengan 200 kata, dan tulisan berjudul “Strategi Pengembangan Unpad”, 5 sampai dengan 10 halaman, pada kertas A4, huruf Times New Roman berukuran 12 dengan spasi 1,5; dan
  • Daftar riwayat hidup.

Jadwal dan tahapan pemilihan Rektor sendiri adalah sebagai berikut:

Sementara itu, Panitia Pemilihan Rektor Unpad terdiri dari:

  1. Ketua: Dr. Soni Akhmad Nulhaqim, S.Sos., M.Si.
  2. Sekretaris: Arif Firmansyah, S.Si., MT.
  3. Anggota :
  4. Irvan Afriandi, dr., Grad.Dipl.OEH.,MPH.,Dr.PH.
  5. Rar. Nat. Yudi Rosandi, S.Si., M.Si.
  6. Dr. Dr. Achmad Hussein Sundawa Kartamihardja, Sp.KN., MH.Kes
  7. Dr. Toto Subroto, MS.
  8. Dr. Efa Laela Fakhriah, S.H., M.H.
  9. Nurhaeni, S.Sos., M.M.
  10. Ardi Wahyuni.*

Laporan oleh Arief Maulana