Ikut Konsorsium Internasional, Tim Peneliti FMIPA Unpad Sampaikan Hasil Penelitian Etnoinformatika di Jerman

[unpad.ac.id, 3/9/2019] Tim peneliti dari Divisi Etnosains Pusat Studi Sains dan Teknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan pertukaran staf (Staff Exchange) di University Duisburg Essen (UDE), Duisburg-Jerman, 5 Agustus – 3 September 2019.

Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana dan Prof. Dr. Atje Setiawan Abdullah memaparkan hasil penelitian seputar Etnoinformatika di University Duisburg Essen (UDE), Duisburg-Jerman, 5 Agustus – 3 September 2019. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Kick-Off Meeting yang telah dilaksanakan oleh Konsorsium Internasional Research Innovation and Staff Exchange_Social Media Analytics (RISE_SMA) for Society and Crisis Communication.*

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Kick-Off Meeting yang telah dilaksanakan oleh Konsorsium Internasional Research Innovation and Staff Exchange_Social Media Analytics (RISE_SMA) for Society and Crisis Communication.

Tim yang pergi terdiri dari Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana dari Departemen Matematika dan Prof. Dr. Atje Setiawan Abdullah dari  Departemen Ilmu Komputer. Di sana, tim memaparkan materi seputar Etnoinformatika dengan Spasial Data Mining untuk mendukung pelestarian budaya di Indonesia melalui kajian Toponimi (penamaan tempat) dan Anthroponimi (penamaan orang).

Penelitian ini juga didukung oleh studi multidisiplin di bidang ilmu komputer, sejarah, budaya, seni, bahasa, ekonomi, komunikasi, matematika, dan statistika.

Tim menyampaikan materi tentang Etnoinformatika atau aplikasi teknologi informasi dalam budaya untuk mendukung terlaksananya Undang-undang Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Budaya. Demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Hasil penelitian Toponimi menunjukkan bahwa karakter orang Indonesia adalah bangsa yang berbudaya, pekerja keras, menghormati pemimpinnya, melestarikan lingkungannya, mencintai tempat tinggalnya, dan memiliki budaya masyarakat yang baik.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia agar dapat memahami budaya masyarakat Indonesia serta diharapkan dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan karakter di Indonesia

Sementara hasil penelitian Antroponimi menunjukkan bahwa budaya penamaan nama orang di Indonesia telah berubah lebih cepat dari tahun ke tahun.

Penelitian ini mengimbau masyarakat Indonesia untuk mempertahankan budaya lokal masing-masing dalam penamaan nama orang. Selain itu, penelitian ini menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam usaha untuk memelihara budaya lokal dan dalam menjunjung keberagaman.

Konsorsium ini yang didanai oleh European Union untuk periode 2019-2022 diketuai oleh Prof. Dr. Stefan Stieglitz dari UDE dengan melibatkan institusi LIACS Leiden University, University Agder Norway, University of Sydney, University of Queensland, UNISINOS Brazil, Virtimo Company dan Kristiansand Municipality Norway serta Unpad sebagai wakil dari negara berkembang.*

Rilis/fit