Sembilan Bakal Calon Rektor Ajak Mahasiswa Saling Bersinergi untuk Memajukan Unpad

[unpad.ac.id, 18/9/2019] Sembilan Bakal Calon Rektor Universitas Padjadjaran memaparkan gagasannya di hadapan mahasiswa Universitas Padjadjaran, Rabu (18/9). Pemaparan dilakukan di tiga lokasi, yaitu Auditorium Fakultas Farmasi, Ruang Multimedia Fakultas Pertanian, dan Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Di masing-masing lokasi, pemaparan dilakukan dalam tiga sesi yang satu sesinya diisi oleh pemaparan tiga Bakal Calon Rektor. Kegiatan diawali dengan pemaparan strategi para Bakal Calon Rektor selama sepuluh menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pernyataan penutup.

Di Fakultas Farmasi, sesi pertama diisi oleh Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum., dan Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si. Ketiga Bakal Calon Rektor memaparkan gagasannya dalam menjadikan Unpad unggul dan berkelas dunia. Ketiganya pun sepakat ingin meningkatkan peringkat Unpad di tingkat nasional dan internasional.

Menurut Prof. Unang, kendaraan utama untuk meningkatkan peringkat Unpad baik nasional maupun internasional adalah melalui penelitian dan inovasi.

“Kenapa harus penelitian dan inovasi? Karena kalau kita lakukan penelitian dan inovasi yang baik, yang unggul, dampaknya itu multilayer,” ujar Prof. Unang.

Dengan penelitian dan inovasi yang baik, manfaat yang dirasakan di antaranya akan terlihat di peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Untuk itu, dibutuhkan juga manajerial internal yang kokoh dimana semua elemen Unpad perlu terlibat di dalamnya. Semua elemen Unpad, perlu saling menguatkan.

Sementara itu, pada pemaparannya Prof. Reiza juga mengajak para mahasiswa untuk membangun semangat kebersamaan dalam meningkatkan keunggulan Unpad. Kolaborasi dan komunikasi yang baik perlu ditingkatkan.

Prof. Reiza pun menekankan pentingnya rasa saling menghargai di antara komunikan dan komunikator. Menurutnya, menjadi pemimpin jangan sampai merasa paling benar dan antikritik. Di sisi lain, orang yang menyampaikan kritik pun jangan sampai menjadi orang yang paling benar. Sinergitas keluarga besar Unpad perlu terus dijaga untuk keunggulan Unpad.

“Saya sangat berharap teman-teman mahasiswa itu menjadi kritikus-kritikus bagi Unpad yang lebih baik,” ujar Prof. Reiza kepada mahasisiwa.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Arief menyampaikan bahwa kualitas Unpad jangan hanya terlihat dari luar, tetapi perlu juga dirasakan dari dalam. Mahasiswa pun perlu merasakan peningkatan kualitas Unpad dan merasa senang belajar di Unpad.

Prof. Arief pun mengajak para mahasiswa untuk kritis dan semangat menyuarakan kepentingan mahasiswanya. Siapapun Rektor yang terpilih nanti, diharapkan mahasiswa turut memberi dukungan.

“Saya yakin kalau kita berjalan bersama di manapun posisi kita, kita akan bisa mencapai cita-cita kita,” ujar Prof. Arief.

Sementara di PSBJ FIB Unpad, sesi pertama diisi dengan pemaparan dari Prof. Dr. Hendarmawan, M.Sc., Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., dan Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE.

Dalam pemaparannya, Prof. Hendarmawan menekankan bahwa setiap komponen Unpad harus saling memicu perubahan positif demi kemajuan Unpad. Karena itu, ia memiliki fokus untuk menguatkan kebersamaan antar sivitas akademik, alumni, serta masyarakat. “Pemimpin harus jadi provokator untuk turun ke bawah memperbaiki Unpad. Kita perlu saling bahu-membahu sehingga tantangan besar yang ada bisa diselesaikan dengan mudah,” papar Prof. Hendarmawan.

Selanjutnya, Dr. Keri Lestari menyampaikan, keberagaman dan kebersamaan merupakan kunci untuk menyelesaikan permasalahan. Ia pun memiliki gagasan untuk melaksanakan manajemen partisipatif dalam merancang kebijakan.

“Mari kita duduk bersama untuk membuat sistemnya. Yang akan saya lakukan nanti adalah manajemen partisipatif, karena Unpad itu adalah milik kita bersama,” singkatnya.

Sementara itu, Prof. Rina menekankan bahwa Unpad harus memberikan manfaat kepada masyarakat serta dapat menjadi salah satu 500 universitas terbaik di dunia.

“Bersama-sama kita jadikan Unpad untuk maju ke berkelas dunia, adaptif serta kolaboratif, mendukung ruang gerak mahasiswa berkreasi dan memberi masukan positif untuk Unpad,” ujar Prof. Rina.

Di Fakultas Pertanian, pemaparan diisi oleh Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA., Dr. Toni Toharudin, M.Sc., dan Dr. Arry Bainus, M.A. Seperti enam Bakal Calon Rektor lainnya, ketiganya sepakat mendorong kebersamaan dalam membangun Unpad.

“Kita harus hidup dalam harmoni untuk membawa kemajuan Unpad,” kata Dr. Arry dalam pemaparannya.

Dr. Arry mengatakan, harmoni ini diharapkan dapat menjadikan Unpad menjadi universitas entrepreneurial yang unggul di bidang pendidikan dan riset yang berkelas dunia serta berkontribusi bagi masyarakat pada tahun 2024.

Selain kebersamaan, Dr. Toni mengemukakan bahwa inovasi harus diperkuat Unpad untuk bisa masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun 2024. Ia menilai, Unpad harus adaptif dengan ekosistem digital. Hal ini yang harus disadari oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.

“Mari kita bangun Unpad ini secara bersama-sama untuk kemaslahatan Unpad,” ucap Dr. Toni.

Sementara, Prof. Sri mendorong kebersamaan warga Unpad senada dengan falsafah Sunda. “Mari kita bangun bersama-sama menjadi satu kesatuan yang sinergi dalam falsafah budaya Jawa Barat silih asah, silih asuh dan silih asih antara sivitas akademika dan juga alumni menuju Unpad World Class University,” kata Prof. Sri.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana, Dimas Rifky Anggriawan, Rana Aushaf/am

Foto oleh Arief Maulana, Dadan Triawan, Dimas Rifky Anggriawan, Rana Aushaf