Stres Perlu Dikelola dengan Baik

[unpad.ac.id, 17/9/2019] Stres menjadi satu di antara penyebab mahasiswa tidak bisa berkuliah secara optimal. Karena itu, mahasiswa perlu mengetahui apa saja yang perlu dilakukan ketika sedang stres.

Dosen Psikologi Universitas Padjadjaran Hari Setyowibowo, S.Psi., Psych., mengisi kelas perdana “Belajar Mengelola Stres” yang digelar Pusat Konseling Unpad di Gedung 2 Fakultas Psikologi, Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (17/9). (Foto: Atep Rustandi)*

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Hari Setyowibowo, S.Psi., Psych menyampaikan, stres ternyata dapat dikelola dengan baik. “Untuk dapat mengelola stress, sumber atau penyebab stres harus dapat dikenali terlebih dahulu,” ujar Hari dalam kelas perdana Pusat Konseling Unpad “Belajar Mengelola Stres” di Gedung 2 Fakultas Psikologi, Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (17/9).

Hari menjelaskan, stres merupakan suatu kondisi di mana tuntutan tidak sejalan dengan kemampuan. “Kita perlu mengelola stres agar bisa mengelola sumber stressnya sehingga sumber stres tidak terus-menerus menjadi ancaman buat kita,” kata Hari.

Ada tiga kata kunci dalam stres. Tiga kata kunci tersebut antara lain tuntutan, kapasitas, dan penilaian.

“Penyebab sering mengalami stres karena dituntut oleh suatu keharusan, di mana kata ‘harus’ itu sendiri mengundang stres. Disarankan untuk menggunakan kata ‘akan’ karena makna kata ‘akan’ berarti mengajak diri kita secara positif untuk mencapai target yang diinginkan,” ujar.

Selain itu, mengubah cara penilaian terhadap diri sendiri juga dapat mengurangi stres. Mengubah cara berpikir dalam menilai kapasitas diri sendiri maupun tuntutan terhadap diri dapat menjadi cara untuk mengelola stres.

Sebanyak 20 mahasiswa Unpad dari berbagai program studi turut hadir pada kelas perdana ini. Kelas konseling rencananya akan diadakan rutin tiga kali dalam sebulan oleh Pusat Konseling Unpad dengan tema yang berbeda-beda.

Seusai pemaparan materi, mahasiswa kemudian dibagi ke dalam kelompok kecil berjumlah 2-3 orang. Setiap mahasiswa menulis sumber stress, lalu mencari persamaan sumber stres yang ada di setiap kelompok. Setelah itu, kegiatan self-talk juga dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengelola stres.

Hari berharap mahasiswa dapat mengerti apa arti stress, menjelaskan mengapa pengelolaan stress diperlukan dan cara untuk mengelola diri sendiri ketika sedang stress. “Mungkin diluar sana masih banyak kesalahpahaman mengenai stress yang bisa dibantu oleh teman-teman mahasiswa setelah mengikuti kelas ini,” kata Hari.*

Laporan oleh Rana Aushaf/am