Unpad Miliki Enam Guru Besar Baru

[unpad.ac.id, 25/9/2019] Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., menyerahkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen kepada enam guru besar baru di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (25/9).

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., menyerahkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen kepada enam guru besar baru di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (25/9). (Foto: Arief Maulana)*

Enam guru besar tersebut antara lain Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, M.S., Apt., dari Fakultas Farmasi, Prof. Dr. Ahmad Helwan Hamdani, M.Si., dari Fakultas Teknik Geologi, Prof. Dr. rer. nat. Yudi Rosandi, M.Si., dan Prof. Dr. Ace Tatang Hidayat, M.Si., dari Fakultas MIPA, Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari, M.Hum., dari Fakultas Ilmu Budaya, serta Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Prof. Sri diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Farmakologi. Sementara Prof. Ahmad Helwan diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Seismik Stratigrafi. Adapun Prof. Yudi diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Komputasi Fisika.

Selanjutnya, Prof. Ace Tatang diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Kimia Organik. Prof. Eva diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Linguistik dan Prof. Zuzy diangkat sebagai guru besar bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Perikanan, Kebijakan Sumber Daya Perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rina mendorong agar para guru besar baru bisa masuk ke dalam World Class Professor (WCP). Ia menilai, belum banyak para guru besar Unpad yang mampu menembus WCP.

Selain itu, para guru besar baru diharapkan dapat memotivasi dosen lain untuk memperoleh gelar guru besarnya. Diharapkan, proses ini dapat meningkatkan rasio guru besar di lingkungan Unpad.

“Semoga guru besar baru semakin produktif, semakin bisa mendunia. Kemudian menjadi inspirasi bagi dosen-dosen yang belum guru besar,” kata Prof. Rina.*

Laporan oleh Arief Maulana