Dua Mahasiswa Unpad Wakili Indonesia dalam Pertemuan APEC Edutainment Exchange Program

[unpad.ac.id, 4/10/2019] Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran menjadi delegasi Indonesia dalam APEC Edutainment Exchange Program (AEEP) 2019 di Seoul, Korea Selatan, 20-27 September lalu.

Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran William Siagian (Manajemen) dan Dede Putri Sriyani B (Administrasi Bisnis) menjadi delegasi Indonesia dalam APEC Edutainment Exchange Program (AEEP) 2019 di Seoul, Korea Selatan, 20-27 September lalu.*

William Siagian (Manajemen) dan Dede Putri Sriyani B (Administrasi Bisnis) mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Korea dan diorganisasi oleh Institute of APEC Collaborative Education (IACE).

AEEP 2019 yang mengangkat tema “Social Enterprise as Promoter for Economic Empowerment and Participation of Women in APEC Region” diikuti oleh delegasi dari berbagai negara yaitu Indonesia, Korea, Rusia, Tiongkok, Papua Nugini, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, Taiwan dan Filipina.

Acara yang diadakan secara berkala setiap tahun ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kaum muda untuk menjadi generasi penerus pemimpin global di APEC (The Asia-Pacific Economic Cooperation). Mahasiswa yang datang dari berbagai negara akan membentuk suatu tim berisi anggota dari negara yang berbeda dan disatukan berdasarkan kesamaan minat mereka dalam rancangan bisnis kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi yang akan menghasilkan presentasi akhir.

Rancangan bisnis yang dibuat oleh tim Dede bersumber dari permasalahan tingginya angka aborsi di negara Vietnam. “Di Vietnam budaya masyarakatnya itu malu untuk membeli kondom secara langsung. Oleh karena itu, kelompok saya membuat rancangan bisnis berupa aplikasi yang berisi edukasi mengenai seks dan pembelian kondom melalui online dengan target pasar yaitu perempuan usia 13-28 tahun.” jelas Dede.

Sementara itu, tim William membuat rancangan bisnis seputar komunitas beasiswa. Tim Dede berhasil meraih peringkat empat sementara tim William meraih peringkat tiga pada kompetisi rancangan bisnis tersebut.

Dede mengaku mendapatkan banyak relasi dan pengalaman setelah menjadi delegasi di AEEP 2019. “Dari sini saya belajar bahwa bisnis bukan hanya sekedar berorientasi mencari keuntungan tetapi juga memberikan dampak yang baik pada lingkungan sosial,” kata Dede.

Selain itu, Dede berharap acara seperti ini dapat lebih dikenal oleh mahasiswa Unpad. “Kegiatan yang bermanfaat seperti ini harus lebih diperhatikan oleh teman-teman mahasiswa. Terlebih lagi generasi milenial saat ini banyak yang membuka bisnis dengan orientasi pemberdayaan masyarakat,” ucap Dede.

Pada hari terakhir kegiatan AEEP 2019 ditutup dengan konferensi dan seminar yang diisi oleh perwakilan dari negara-negara APEC menjelaskan permasalahan dan solusi di negaranya.*

Laporan oleh Rana Aushaf/am