Lewat Pengabdian kepada Masyarakat, Dosen Unpad Angkat Potensi Mangga di Kabupaten Sumedang

[unpad.ac.id, 8/10/2019] Sejumlah dosen Universitas Padjadjaran melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar pelatihan pembuatan pewangi dan sabun berbahan dasar mangga di Desa Jembarwangi dan Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2019.

Sejumlah dosen Universitas Padjadjaran melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar pelatihan pembuatan pewangi dan sabun berbahan dasar mangga di Desa Jembarwangi dan Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2019.*

Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan oleh Prof. Hj. Yosini Deliana (Fakultas Pertanian) beserta tim yaitu Dr. Mohamad Djali (Fakultas Teknologi Industri Pertanian) dan Sri Fatimah, PhD. (Fakultas Pertanian).

“Kegiatan PPM ini diharapkan menjadi ikon produk desa Jembarwangi dan Darmawangi, sesuai dengan nama dan potensi yang dimiliki oleh kedua desa tersebut. Hal ini juga sesuai dengan pesan dan arahan Gubernur Jawa Barat mengenai konsep one village one product, yang diharapkan mampu mengangkat produk-produk unggulan dengan mengedepankan kreatifitas dan inovasi serta memanfaatkan sumber daya lokal,” harap Prof. Yosini dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Prof. Yosini mengatakan bahwa Kabupaten Sumedang merupakan sentra produksi mangga di Jawa Barat, selain Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.

“Salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang yang merupakan penghasil mangga terbesar adalah Kecamatan Tomo. Sementara itu desa penghasil mangga terbesar di Kecamatan Tomo yakni Desa Jembarwangi dan Desa Darmawangi,” ujar Prof. Yosini.

Mangga yang ditanam di daerah tersebut adalah mangga Gedong Gincu (50%), Arumanis (20%), Cengkir (20%), jenis mangga lainnya (10%).

“Hingga saat ini mangga di kabupaten Sumedang sebagian besar dijual berupa buah segar, sedangkan olahan mangga sampai saat ini belum banyak dilakukan walaupun ketika panen raya dengan produk yang melimpah mengakibatkan harga jual mangga menjadi sangat rendah, ditambah lagi dengan sifat produk pertanian termasuk mangga yang perishabel (mudah rusak atau mudah busuk),” kata Prof. Yosini.

Lebih lanjut Prof. Yosini mengatakan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggerakan masyarakat dengan kegiatan yang produktif dalam memanfaatkan waktu luang, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini juga diharapkan mampu untuk memotivasi masyarakat khususnya ibu-Ibu di kedua desa tersebut untuk berwiraswasta.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari kedua desa tersebut. Peserta sangat antusias mengikuti acara ini. Plt. Kepala Desa Jembarwangi Mohamad Ihin Solihin dan Kepala Desa Darmawangi Hayati pun menyambut baik kegiatan ini.

Mereka mengharapkan kegiatan ini dapat  terus berlangsung sehingga perlu adanya pendampingan dan kegiatan yang berkelanjutan. Selain itu,  perlu adanya kegiatan yang berkesinambungan untuk satu kelompok hingga berhasil dan menjadi model pemberdayaan masyarakat lainnya. Apabila kegiatan hanya dilakukan sesaat dan tidak berkelanjutan maka dampak terhadap masyarakat pun tidak akan terasa khususnya, untuk manfaat jangka panjang. *

Rilis/art