Revolusi Industri 4.0, Notaris/PPAT Hadapi Disrupsi Digital

[unpad.ac.id, 10/10/2019] Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Notariat (Ikano) Unpad menyelenggarakan seminar nasional”Disrupsi Digital dan Jabatan Notaris/PPAT: Peluang-Tantangan” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (10/10).

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., membuka seminar nasional “Disrupsi Digital dan Jabatan Notaris/PPAT: Peluang-Tantangan” di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (10/10). (Foto: Arief Maulana)*

Sebanyak 500 peserta mengikuti kegiatan seminar yang digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-62 Fakultas Hukum Unpad tersebut. Peserta yang ikut merupakan notaris/PPAT, dosen, mahasiswa, dan peneliti.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Dr. Rina indiastuti, M.SIE. Menurutnya, acara ini sebagai ajang memperluas jejaring di antara para notaris.

Alumni Ikano diharapkan dapat turut memberikan feedback pada mutu pendidikan notaris, atau pendidikan terkait hukum pada umumnya. Ikano juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa Unpad agar nantinya dapat menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing. Alumni didorong untuk memberi masukan kepada Unpad dengan standar internasional.

“Acara ini begitu strategis bagi Universitas Padjadjaran karena maknanya begitu luas, dan kami Unpad akan dukung seandainya Ikano mempunyai rekomendasi penting untuk peningkatan kinerja dan mutu Universitas Padjadjaran dan kiprah Unpad di tingkat nasional dan internasional,” ujar Rektor.

Menurut Rektor, hadirnya era digital saat ini tidak dapat ditolak, termasuk di dunia kenotariatan. Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan penting dalam pemanfaatan dunia digital untuk meningkatkan profesionalisme notaris/PPAT.

“Jadi menurut kami, hubungan antara fungsi dan profesionalisme notaris, termasuk pendidikan notariat dengan era digital menjadi tidak bisa dihindarkan,” ujar Rektor.

Acara ini menghadirkan Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dr. Danrivanto Budhijanto, LLM in IT Law, untuk menyampaikan paparan kunci dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dalam pemaparannya, Danrivanto mengatakan bahwa kita tidak mungkin menghindari digitalisasi berikut tuntutanya, seperti efisiesi dan transparansi. Ada berbagai pandangan dan pendapat  dalam menyikapinya.

“Untuk itulah dalam forum ini kita saling berbagi pandangan dan gagasan,” ujar Danrivanto.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana dan Femizal Usra/am