Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Unpad Targetkan 1.000 Pengunjung

[unpad.ac.id, 4/11/2019] Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali hadir untuk kesepuluh kalinya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran yang digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unpad, Jalan Sekeloa Selatan Nomor 1, Bandung, Senin (4/11) hingga Rabu (6/11).

Sejumlah anak sekolah dasar melakukan pemeriksaan gigi dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2019 yang digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unpad, Jalan Sekeloa Selatan Nomor 1, Bandung, Senin (4/11). (Foto: Arief Maulana)*

BKGN 2019 digelar atas kerja sama PT Unilever Indonesia, Tbk, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi  Fakultas  Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Tahun ini BKGN digelar di 24 Fakultas Kedokteran Gigi dan 40 Cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia.

Dekan FKG Unpad sekaligus Ketua AFDOKGI Dr. Nina Djustina, drg., M. Kes mengatakan, pelaksanaan BKGN di Unpad menargetkan 1.000 pengunjung. FKG Unpad sendiri telah menyiapkan sejumlah tenaga ahli untuk memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat.

BKGN tahun ini menginisiasi gerakan “Indonesia Tersenyum” dengan mengajak semua orang menjadi “Pahlawan Senyum” guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang. Dr. Nina juga mengajak pentingnya “tersenyum” untuk meningkatkan kebahagiaan yang dapat berujung pada perolehan kesuksesan.

“Bahkan dari mulai kita bangun pagi, harus dengan perasaan bahagia, dengan senyuman. Sehingga akan mendorong hormon-hormon kita untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.

Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun.

Melalui BKGN, selain pengobatan, juga dilakukan upaya pencegahan masalah gigi tersebut melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Diungkapkan Dr. Nina, dalam sepuluh tahun terakhir, angka gigi berlubang pada anak usia SMP dan SMA menurun.

“Dari sepuluh tahun ini kita selalu menggaungkan tentang kesehatan gigi ini, termasuk apa yang harus kita jaga dari awal,” ujar Dr. Nina.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi Dr. Sigid Suseno, SH., M.Hum mengharapkan bahwa selain kegiatan pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat, diharapkan melalui BKGN juga didapatkan data sebagai bahan riset untuk menurunkan permasalahan gigi berlubang di Indonesia.

“Dengan riset akan mempunyai acuan setiap tahun apa yang harus dilakukan. Dengan data yang ada diketahui apa yang harus dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi juga RSGM,” ujar Dr. Sigid.

Selain itu, Dr. Sigid mengatakan BKGN dapat meningkatkan peran RSGM bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat semakin mengembangkan sekaligus menjaga profesionalitas  RSGM Unpad.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am