Capai Ketahanan Pangan Nasional, Peternakan Butuhkan Teknologi Aplikatif

[unpad.ac.id, 13/11/2019] Teknologi aplikatif di bidang peternakan memiliki peran dalam mendorong pencapaian ketahanan pangan nasional. Sinergi yang kuat pun perlu dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Atien Priyanti Sudarjo, M.Sc., saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-10 yang digelar Fakultas Peternakan Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Rabu (13/11). (Foto: Krisna Eka Pratama)*

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Atien Priyanti Sudarjo, M.Sc. mengatakan bahwa pusat penelitian dan pengembangan (Litbang) dan perguruan tinggi perlu bersinergi  dalam mendiseminasikan hasil riset agar manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat luas. Selain itu, sinergi kuat juga perlu dilakukan dengan sejumlah pihak terkait termasuk pemangku kepentingan.

“Disini sebetulnya kita bersinergi antara litbang dan Pemda beserta perguruan tinggi, untuk bisa menderaskan hasil-hasil inovasi kita menjadi sampai kepada masyarakat. Tentunya IPR, Intellectual Property Rights itu  adalah menjadi hal yang perlu kita garis bawahi bersama,” ujar Dr. Atien saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-10 yang digelar Fakultas Peternakan Unpad di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Rabu (13/11).

Dikatakan Dr. Atien, teknologi peternakan aplikatif harus dapat mendorong produktivitas sektor hulu peternakan melalui penerapan dan investasi teknologi mutakhir yang akurat. Hal ini juga sesuai dengan perkembangan di era industri 4.0.

Selain itu, dalam penerapan teknologi aplikatif juga perlu membantu peternak UMKM di sepanjang rantai nilai untuk dapat mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan hasil produksi dan pangsa pasar. Diperlukan juga komitmen penuh dalam investasi pascapanen serta peningkatan ekspor untuk produk peternakan yang telah swasembada.

Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-10 yang  dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Peternakan Unpad Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati, M.S tersebut mengangkat tema “Peranan Teknologi Peternakan Aplikatif dalam Akselerasi Pencapaian SDGs dan Peranan Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat”. Pada acara tersebut juga dilakukan peluncuran Media Kontak Tani Ternak Fapet Unpad.

Diungkapkan Prof. Husmy, acara tersebut digelar untuk menampung gagasan, pemikiran, dan pengalaman dari peneliti, akademisi dan praktisi mengenai peranan teknologi yang aplikatif di bidang peternakan dalam akselerasi pencapaian SDGs.

Selain Dr. Atien, acara ini menghadirkan pembicara Direktur Eksekutif SDGs Center Unpad sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., Dosen IPB University Anuraga Jayanegara, S., Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Drs. Ir. H. Mumun Munandar, M.S., Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, dan Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si.

Sementara itu, Ketua Panitia Diky Ramdani, M.Anim.St., Ph.D. mengatakan bahwa total makalah yang dipresentasikan pada seminar tersebut ada 78 makalah, terdiri dari makalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 60 makalah dipresentasikan secara oral dan 18 makalah dipresentasikan melalui poster.

“Seminar nasional juga dihadiri oleh peserta tanpa makalah dan tamu undangan,” ujar Diky.

Lebih lanjut Diky mengatakan bahwa makalah penelitian yang terseleksi akan direkomendasikan untuk dipublikasi pada Jurnal Ilmu Ternak Fapet Unpad, sementara untuk makalah PKM yang terseleksi akan direkomendasikan untuk dipublikasikan pada Jurnal Media Kontak Tani Ternak Fapet Unpad.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am