Dorbis 2019 FEB Unpad Angkat Topik Seputar Bisnis Digital

[unpad.ac.id, 11/11/2019] Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran kembali menggelar kegiatan Doctorate Business Issue Executive Forum (Dorbis) 2019 bertajuk “International Seminar in Digital Technology for Business” di Bale Rumawat, Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Senin (11/11).

Chief Financial Officer PT Pupuk Indonesia (Persero) Indarto Pamoengkas saat menjadi pembicara dalam Doctorate Business Issue Executive Forum (Dorbis) 2019 di Bale Rumawat, Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Senin (11/11). (Foto: Arief Maulana)*

Ketua Program Studi  Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad Dr. H. Sulaeman Rahman Nidar, MBA. mengatakan, bisnis digital merupakan topik menarik untuk dibahas dan dilakukan penelitiannya, terutama oleh mahasiswa ilmu Manajemen.

“Saya harap seminar ini dapat memberikan ide penelitian bagi para mahasiswa dan seluruh peserta,” harap Dr. Sulaeman.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Dekan FEB Unpad Mohamad Fahmi, M.T.,Ph.D, dan dimoderatori oleh dosen FEB Unpad Diana Sari, M. Mgt., Ph.D.

Acara ini menghadirkan pembicara Chief Financial Officer PT Pupuk Indonesia (Persero) Indarto Pamoengkas dengan materi “Transformation and Digitalizing Business”, Managing Director of Business & Network PT Bank Mandiri (Persero) Hery Gunardi, MBA. dengan materi “Commercial Bank Strategy in Answering the Challenge Digital Economy Era”, dan Professor of Marketing Monash University, Australia Prof. Harmen Oppewal, Ph.D. dengan materi “Behavioural Research using Eyetracking  in Marketing Experiments Regarding Information Complexity and The Role of Product and Proce Labels”.

Dalam pemaparannya, Indarto mengatakan bahwa transformasi digital memberikan peluang tersendiri di dunia bisnis. Meski sudah banyak pemimpin perusahaan yang menyadari bahwa perubahan ekonomi digital akan berdampak pada perusahaan mereka, masih sedikit yang menjalankan strategi digital.

“Untuk benar-benar menjalani transformasi digital, diperlukan proses, alat, dan layanan digital untuk melakukan sesuatu yang bisa mengubah organisasi. Bukan hanya meningkatkan apa yang ada sekarang,” ujar Indarto.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am