Duta Besar Uni Eropa Bicara Pentingnya Indonesia di Kawasan Eropa

unpad.ac.id, 6/11/2019] Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalan Dr. Vincent Piket memberikan kuliah umum bertajuk “EU – Indonesia Connectivity” di aula gedung Magister Manajemen Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 46, Bandung, Senin (4/11).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalan Dr. Vincent Piket memberikan kuliah umum bertajuk “EU – Indonesia Connectivity” di aula gedung Magister Manajemen Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 46, Bandung, Senin (4/11).*

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., membuka kuliah umum tersebut. Dalam sambutannya, Dr. Keri menyampaikan bahwa Unpad sudah menjalin kerja sama dengan Uni Eropa untuk peningkatan kualitas pendidikan dan riset.

“Unpad memiliki hibah dari Uni Eropa untuk riset dan sudah berjalan dari tahun ke tahun, ini sangat membahagiakan,” ungkapnya.

Dr. Keri juga berharap, kolaborasi dengan Uni Eropa ini semakin meningkat dan tercipta sejumlah skema kerja sama baru, terutama pada bidang pertukaran pelajar.

Saat memberikan kuliah umum, Vincent mengenalkan sekilas tentang Uni Eropa dan peran penting Indonesia bagi Uni Eropa. Bagi Uni Eropa, Indonesia memiliki pengaruh kuat di Eropa. Ini dibuktikan dengan masuknya Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20 dan menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia.

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara anggota ASEAN pertama yang memiliki Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama dengan Uni Eropa pada 2014. Dikatakan Vincent, saat ini Indonesia dan Uni Eropa juga tengah merintis Perjanjian Perdagangan Bebas (CEPA).

“Sejak tahun 2014 itulah kerjasama Uni Eropa dengan Indonesia sudah dilaksanakan dengan baik. Kerjasama itu meliputi demokrasi dan hak asasi manusia, perubahan iklim, keamanan, multilateralisme dengan PBB pada intinya termasuk perdamaian dan keamanan (DK PBB), dan Hak Asasi Manusia (Dewan Hak Asasi Manusia), serta membantu korban bencana alam di Lombok, Palu, dan Selat Sunda,” papar Vincent.

Vincent juga membagi informasi mengenai peluang kerja sama di bidang pendidikan serta peluang beasiswa Uni Eropa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di 28 negara Uni Eropa.*

Laporan oleh Dani Wahdani/am