Ikapen Unpad Kunjungi Kampus Jatinangor

[unpad.ac.id, 14/11/2019] Sejumlah pensiunan guru besar, dosen, dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Ikatan Pensiunan Universitas Padjadjaran melakukan kunjungan ke kampus Jatinangor, Kamis (14/11). Kunjungan diterima secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., menerima kunjungan anggota Ikatan Pensiunan Unpad di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis (14/11). (Foto: Arief Maulana)*

Ketua Ikapen Unpad Prof. Dr. Sadeli Natasasmita, Ir., mengatakan, kunjungan Ikapen Unpad ke kampus Jatinangor merupakan rangkaian dari pelaksanaan Musyawarah Besar Ikapen Unpad yang akan diselenggarakan pada 28 November mendatang. “Ini atas saran dari Bu Rektor, sebelum acara Mubes harus ada dulu acara kebersamaan, sehingga jumlah anggota yang hadir bisa lebih banyak,” ujar Prof. Sadeli.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Ikapen Unpad diajak untuk berkeliling kampus Jatinangor. Prof. Sadeli mengatakan, banyak di antara pensiunan yang belum mengetahui kampus Unpad di Jatinangor. Lewat kunjungan ini, para pensiunan diharapkan dapat mengetahui kampus Unpad di Jatinangor dengan baik.

“Terima kasih Bu Rektor, semoga apa yang dicita-citakan, utamanya target 500 besar PTN dunia, bisa tercapai dengan baik,” pungkas Prof. Sadeli.

Sementara itu, Rektor mengatakan, silaturahmi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat Unpad menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Saat ini, Unpad semakin ditantang untuk berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, pekerjaan rumah yang juga besar adalah bagaimana sivitas akademika dan tenaga kependidikan Unpad bisa menjalankan aktivitasnya dengan bahagia.

“Selain kerja keras, doa Ibu/Bapak sekalian juga menjadi penting,” kata Rektor.

Karena itu, Rektor yang juga Pembina Ikapen Unpad juga mengharapkan masukan positif dari para senior lewat Ikapen. Masukan ini bisa bermanfaat bagi kemajuan Unpad ke depan.*

Laporan oleh Arief Maulana