Korpri Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

[unpad.ac.id, 29/11/2019] Memperingati Ulang Tahun ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Universitas Padjadjaran menggelar upacara di halaman depan Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jumat (29/11).

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD., menjadi Pembina Upacara pada Upacara Peringatan HUT ke-48 Korpri di halaman depan Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jumat (29/11). (Foto: Arief Maulana)*

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD., membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selaku Penasihat Nasional Korpri.

Dalam sambutannya, dikatakan bahwa anggota Korpri harus siap menghadapi berbagai perubahan dan persaingan di era industri 4.0. Kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci.

“Saya mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ujar Prof. Arief saat membacakan sambutan Presiden.

Anggota Korpri pun perlu terus bergerak mencari  terobosan. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus dipangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.

Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi.

Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan.

“Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. lnovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih memberikan dampak yang luas,” tutur Prof. Arief.

Untuk tetap optimis dan percaya diri menghadapi kompetisi global, kuncinya adalah mau bersatu. Dikatakan Prof. Arief, persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju lndonesia maju.

“Karena itu, saya mengajak pada seluruh anggota Korpri yang tersebar di seluruh lndonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air,” tuturnya.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah UUD 1945 oleh Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Hendriati Agustiani, M.Si., pembaca Panca Prasetya Korpri oleh Dekan Fakultas Teknik Geologi Dr. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., serta pembaca doa oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Dadang Rahmat Hidayat, M.Si.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am