Palawa Unpad Aktif Berpartisipasi di Ajang Temu Wicara Kenal Medan ke-31 di Kalimantan Selatan

[unpad.ac.id, 6/11/2019] Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran berpartisipasi dalam kegiatan “Temu Wicara Kenal Medan (TWKM)” ke-31 di Universitas Islam Negeri Antasari, Kalimantan Selatan, 21 – 27 Oktober lalu.

Delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran dalam kegiatan “Temu Wicara Kenal Medan (TWKM)” ke-31 di Universitas Islam Negeri Antasari, Kalimantan Selatan, 21 – 27 Oktober lalu.*

Pertemuan tahunan yang diikuti oleh anggota pencinta alam tingkat perguruan tinggi se-Indonesia tersebut kali ini mengangkat tema “#savemeratus”. Tema ini merupakan kampanye untuk menyelamatkan kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan untuk dijadikan sebagai taman nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Palawa Unpad mengirimkan lima anggotanya, yaitu Tri Nur Ramdhani (FPIK), Rizkia Mutiara (FMIPA), Prasellia Dije Novila (FTG), serta Fikri Alghifari dan Angga Niagara (Fapet). Kelima mahasiswa itu mengikuti empat agenda kegiatan pada TWKM ke-31, antara lain: temu wicara, kenal medan susur goa, kenal medan gunung hutan, serta kenal medan lingkungan hidup.

Pada kegiatan temu wicara, Tri Nur Ramdhani berpartisipasi menandatangani petisi untuk menyelamatkan pegunungan Meratus. Petisi ini ditandatangani oleh 72 perwakilan organisasi pencinta alam se-Indonesia. Secara singkat, isu penyelamatan pegunungan Meratus bertujuan untuk mendorong status kawasan tersebut menjadi taman nasional, mengingat belum adanya kawasan taman nasional di Kalimantan Selatan.

Sementara kegiatan susur goa dilaksanakan di goa Ali di Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, 22 – 26 Oktober. Goa Ali merupakan salah satu goa pada kawasan karst Meratus, sehingga sejumlah peserta berkesempatan melakukan penelusuran sungai bawah tanah. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pematerian dasar susur goa meliputi ilmu speleologi, single rope technique, cave rescue, team rescue, pemetaan gua, dan pengolahan data.

Selanjutnya, pada kegiatan kenal medan gunung hutan, Angga Niagara dan Fikri Alghifari berkesempatan melakukan pendakian gunung Halau-halau di desa Kiyu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Selama pendakian, peserta diberikan wawasan lokal mengenai pegunungan Meratus, termasuk seputar pertambangan yang akan masuk ke desa Kiyu.

Pada kegiatan kenal medan linkungan hidup, Rizkia Mutiara melakukan perjalanan menuju Barito Kuala untuk mengunjungi pulau Teluk Buaya sekaligus mendapatkan materi mengenai konservasi bekantan, primata endemik dari Kalimantan.*

Rilis: Palawa Unpad/am