Departemen dan Program Studi Bagian Integral dalam Wujudkan Unpad Masuk 500 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

[unpad.ac.id, 27/12/2019] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mendorong departemen dan program studi semakin berkontribusi menjadikan Unpad masuk ke dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia pada 2024.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., bersama Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, PhD., saat melakukan pertemuan dengan Ketua Departemen (Kadep) dan Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Unpad yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (27/12). (Foto: Muhammad Dzulfikri Firdaus)*

Hal tersebut dikemukakan Rektor saat melakukan pertemuan dengan Ketua Departemen (Kadep) dan Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Unpad yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (27/12). Dalam pertemuan itu, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, PhD.

Pada pertemuan tersebut, Rektor memaparkan sejumlah isu strategis dalam pengembangan Unpad lima tahun ke depan. Salah satu isu yang relevan di tingkat departemen dan prodi adalah kompetensi dan kinerja sumber daya manusia.

Rektor mengatakan, Kadep diharapkan bisa mengelola dosen untuk bisa menuju internasionalisasi. Sementara kapordi diharapkan mengelola sistem pembelajaran yang unggul selaras dengan revolusi industri 4.0.

“Kaprodi harus bisa menjamin lulusan Unpad memiliki 4 kriteria, yaitu kompeten, kompetitif, berkarakter, dan produktif,” kata Rektor.

Dalam arah kebijakan renstra Unpad 2020 – 2024, Unpad mengusung slogan (tag line) “Unpad Motekar dalam Wujudkan Sapta Karsa (7S)”. Sejumlah rencana program unggulan tertuang dalam Sapta Karsa Unpad, antara lain: Satu Dosen Satu Publikasi Internasional Bereputasi (Sensasi), Satu Tendik dengan Satu Karya (Sadikdaya), dan Satu Mahasiswa Satu Prestasi (Swadesi).

Selanjutnya, Satu Prodi Satu Mitra PT Internasional (Sasami), Satu Departemen Satu Pakar Dunia (Sadepa), Satu Fakultas Satu Rekognisi Internasional (Safari), hingga Satu Alumni untuk Maslahat (Saumat).

Rektor pun menyorot peran prodi dan departemen lewat platform Sasami dan Sadepa. Melalui Sasami, setiap prodi di Unpad diwajibkan memiliki minimal satu mitra perguruan tinggi internasional.

Standar minimal yang harus dipenuhi prodi, yaitu penyesuaian kurikulum agar relevan dengan pengguna lulusan, penyelenggaran joint atau double degree, penerapan kolaboratif berupa perkuliahan jarak jauh (PJJ) atau blended learning, penambahan jumlah mahasiswa asing, serta peningkatan aktivitas pertukaran mahasiswa.

“Setiap prodi diminta lebih dari minimal, tergantung targetnya,” imbuh Rektor.

Sementara melalui Sadepa, lanjut Rektor, departemen memiliki dua peran minimal, antara lain international branding dari sumber daya manusia di departemen serta menciptakan atmosfer akademik yang kondusif. Bekerja sama dengan prodi, Rektor mengharapkan departemen dapat menggiatkan kegiatan diskusi atau seminar ilmiah.

“Kami inginkan departemen dan prodi dapat bekerja sama dengan kami, untuk melakukan hal tersebut supaya kita bisa masuk ke dalam top 500 dunia di 2024,” kata Rektor.

Mengingat adanya transformasi di pasar kerja, Rektor mendorong agar departemen dan prodi menyiapkan sumber daya manusia yang terampil memanfaatkan internet of things, big data, cloud computing, digital transactions, dan social analytics.

Adapun strategi mewujudkan lulusan unggul era industri 4.0 menurut Rektor adalah perbaikan berkelanjutan sistem pendidikan dan pembelajaran, dengan pelaksanaan kurikulum dilakukan secara continuous improvement yang didukung tata kelola yang baik (good governance), komunikasi dan kemitraan dengan pemangku kepentingan, dosen yang kompeten dan berintegritas, fasilitas yang menunjang, dan dukungan pembiayaan.

“Mohon berkolaborasi antara Kadep dan Kaprodi, jangan hanya kurikulum tetapi relevansi kurikulum karena pasar kerja lulusan sudah berubah, tolong lakukan yang terbaik, kita sajikan pembelajaran dan pengajaran yang terbaik, menyiapkan masa depan mereka (mahasiswa),” ujar Rektor.*

Laporan oleh Muhammad Dzulfikri Firdaus dan Arief Maulana