Dinilai Terbaik, UPZ Unpad Raih Penghargaan dari Baznas Jabar

[unpad.ac.id, 3/12/2019] Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Padjadjaran menjadi UPZ terbaik berdasarkan penilaian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) wilayah Jawa Barat tahun 2019. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara “Baznas Jabar Awards” yang digelar di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Senin (2/12) malam.

Kiri ke kanan: Pembina dan Pengawas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Padjadjaran Dr. Hadiyanto A. Rachim, M.I.Kom., Ketua UPZ Unpad Dr. Gigin G.K. Basar, M.M., dan Sekretaris UPZ Unpad Dr. Dudi, M.Si., berfoto bersama memegang penghargaan UPZ terbaik dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) wilayah Jawa Barat tahun 2019. (Foto: Arief Maulana)*

Ketua UPZ Unpad Dr. Gigin G.K. Basar, M.M., menjelaskan, ada tiga kriteria penilaian yang dilakukan Baznas Jabar terhadap UPZ di lingkungan Baznas, yaitu kualitas program penyaluran, koordinasi komunikasi dengan Baznas, serta kesesuaian prosedur pelaporan dengan regulasi yang ada.

Terkait penyaluran zakat, ada sejumlah program yang sudah dijalankan UPZ Unpad. Program ini difokuskan untuk membangun kemapanan dan kematangan literasi bagi mahasiswa. Program pertama yaitu “Cinta Literasi”, berupa dorongan kepada mahasiswa untuk membeli buku sekaligus mengolah kemampuan literasinya.

Dr. Gigin menjelaskan, lewat program ini, setiap mahasiswa diberi beasiswa buku sebesar Rp 100 ribu per bulan. Program ini berjalan selama satu semester kepada 100 mahasiswa. Selama 4 bulan, mahasiswa diberi uang untuk digunakan membeli buku. Dua bulan lainnya dipakai untuk penguatan kemampuan literasinya.

“Teknisnya mereka beli buku setiap bulan, bukunya dikasih tahu ke kita mereka beli buku apa lewat media sosial. Kemudian mereka suruh baca hingga bikin resensi dan mind mapping,” ujar Dr. Gigin.

Selain beasiswa buku, ada juga program literasi Al-Qur’an bersama Indonesia Al-Qur’an Center, serta program “Cinta Kalam” berupa kajian islamisasi dari sejumlah pengetahuan, hingga bantuan sosial kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Sementara untuk kategori koordinasi, Baznas Jabar menilai bahwa UPZ Unpad sangat mudah untuk berkomunikasi maupun koordinasi. Atas kemudahan ini, UPZ Unpad menerima sejumlah dana salur provinsi sekaligus bantuan beasiswa dari Baznas Jabar.

Terkait bantuan beasiswa, lanjut Dr. Gigin, Baznas juga tertarik untuk mengadopsi nama program “Zakat for Tholabul Ilmi” (Zakti). Nama “Zakti” sendiri merupakan inisiasi dari Pembina dan Pengawas UPZ Unpad Dr. Hadiyanto A. Rachim, M.I.Kom.

Adapun untuk kriteria pelaporan, Unpad memaksimalkan untuk menyesuaikan sistem pelaporan sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, Dr. Hadiyanto menjelaskan, pelaporan tersebut merupakan upaya Baznas Jabar untuk mengaudit sistem pengelolaan zakat di Unpad.

“Penghargaan ini salah satunya mungkin karena kita taat terhadap SOP yang dibuat Baznas,” ujarnya.

Sekretaris UPZ Unpad Dr. Dudi, M.Si., menjelaskan, saat ini UPZ Unpad menghimpun dana zakat dari 116 muzaki atau wajib zakat di lingkungan Unpad. Secara teknis, para muzaki akan didata dan disetor ke Baznas untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ). Setelah mendapatkan NPWZ, barulah Unpad akan memotong zakat dari penghasilan muzaki sesuai dengan besaran yang ditetapkan.

“Mungkin dari tertib administrasi itulah, Baznas menilai bahwa UPZ Unpad sangat tertib (menghimpun zakat). Tidak main potong begitu saja,” kata Dr. Dudi.*

Laporan oleh Arief Maulana