Memahami Penggunaan Akronim “Unpad” dan Penulisan “Padjadjaran”

[unpad.ac.id, 6/12/2019] Nama Universitas Padjadjaran acapkali dipendekkan menjadi “Unpad”. Namun, banyak juga yang menulis morfem “Unpad” dengan menggunakan huruf kapital semua, menjadi “UNPAD”. Sebenarnya, manakah yang lebih tepat?

Logo Unpad.*

Ketua program studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran Dr. Lina Meilinawati, M.Hum., menjelaskan, nama “Unpad” dikategorikan sebagai akronim, bukan singkatan. Dikatakan akronim, karena “Unpad” bisa dibaca sebagai kata.

“Unpad (termasuk) akronim nama lembaga, Jadi, tidak ditulis dengan huruf kapital semua,” kata Dr. Lina.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis/dilafalkan sebagai kata yang wajar. Hal ini diperjelas dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang menjelaskan bahwa akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.

Meski demikian, penulisan “Unpad” dengan menggunakan huruf kapital semua bisa dilakukan. Dr. Lina menjelaskan, morfem “Unpad” dengan huruf kapital semua digunakan apabila berada pada posisi bukan kalimat. “Misalnya dalam judul buku yang semuanya ditulis dengan huruf kapital semua, maka penulisan ‘Unpad’ boleh ‘UNPAD’,” terangnya.

Penggunaan “Padjadjaran”

Sementara itu, nama resmi Unpad sampai sekarang adalah “Universitas Padjadjaran”. Nama “Padjadjaran” diambil dari kesepakatan para Panitia Negara Pembentukan Universitas Negeri (PNPUN) pada tahun 1957 silam. Nama itu diambil dari¬†nama Kerajaan Sunda, yaitu Kerajaan Pajajaran,¬†yang paling terkenal dan dikenang oleh rakyat Jawa Barat.

Pada tahun 1957 ketentuan berbahasa di Indonesia mengacu pada sistem Ejaan Republik atau Ejaan Suwandi. Dalam sistem ejaan Suwandi tersebut, huruf “j” masih menggunakan huruf “dj”, sehingga morfem “Pajajaran” masih dieja “Padjadjaran”. Sementara itu, sesuai dengan sistem ejaan Suwandi, morfem “Universitas” sudah menggunakan huruf “u”, tidak lagi menggunakan “oe”.

Seiring berjalannya waktu, nama “Universitas Padjadjaran” sudah menjadi identitas resmi dari institusi pendidikan tinggi di Jawa Barat tersebut. Karena sudah menjadi jenama (brand), huruf “dj” tidak dilakukan pembaruan menjadi “j”, sehingga namanya tetap “Universitas Padjadjaran”.

Untuk itu, kurang tepat apabila penulisan “Universitas Padjadjaran” ditulis “Universitas Pajajaran” atau “Universitas Padjajaran”, karena jika disesuaikan dengan ejaan Suwandi, “Pajajaran” berarti “Payayaran”, sedangkan “Padjajaran” berarti “Pajayaran”.*

Laporan oleh Arief Maulana