Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si., Jadi Akademisi Terbaik dari Kelompok Penerima Hibah World Class Professor 2019

[unpad.ac.id, 3/12/2019] Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si., terpilih sebagai akademisi terbaik dari kelompok penerima hibah World Class Professor (WCP) 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si., (kanan) jadi pembicara dalam Annual Seminar WCP 2019 di kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Jakarta, Senin (2/12).*

Prof. Unang berhasil memperoleh hibah WCP sebanyak 2 kali, yaitu 2018 dan 2019. Hibah yang digelontorkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi lalu berlanjut ke Kemendikbud RI ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas publikasi dan sitasi peneliti Indonesia di tingkat dunia.

“Bukan hanya (sekadar) publikasi, tetapi kualitas publikasinya. Makanya disyaratkan publikasinya minimal Q2,” ujar Prof. Unang saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad, Selasa (3/12).

Prof. Unang merupakan satu di antara 84 akademisi Indonesia penerima hibah ini. Berdasarkan penilaian tim reviewer, Prof. Unang dinilai berhasil memenuhi sejumlah kriteria sasaran hasil (outcome) dan luaran (output) yang ditetapkan. Untuk kriteria hasil meliputi adanya kerja sama supervisi, proposal riset bersama dengan profesor luar negeri, ada sandwich student, hingga pertukaran mahasiswa. Untuk kriteria luaran berupa publikasi ilmiah minimal Q2.

Hingga tenggat 30 November 2019, lewat hibah WCP tersebut, ia berhasil melakukan 3 publikasi internasional bereputasi. Sementara dari segi hasil, proyek riset tentang kimia bahan alam ini menghasilkan aktivitas yang memenuhi semua kriteria hasil yang ditetapkan.

Lebih lanjut Kepala Laboratorium Sentral Unpad ini menjelaskan hibah WCP difokuskan untuk mengakselerasi publikasi. “Penelitiannya dari hibah yang lain, akselerasi publikasinya dari dana WCP, supaya terjadi kerja sama penulisan paper, ataupun perbaikan paper,” jelasnya.

Melalui hibah WCP ini, ada pengaruh positif terhadap peningkatkan kinerja Unpad. Prof. Unang menjelaskan, beberapa pengaruhnya yaitu peningkatan publikasi, peningkatan sitasi, hingga peningkatan internasionalisasi dosen dan mahasiswa.

“Ini sangat mendukung sekali ke world class university (WCU). Karena Ditjen SDID juga melontarkan program WCP ini dalam rangka WCU,” imbuhnya.

Diapresiasi

Berdasarkan penilaian terbaik itu, Prof. Unang diundang sebagai pembicara dalam acara Annual Seminar WCP 2019 di kantor Ditjen SDID, Jakarta, Senin (2/12). Di sana, Prof. Unang diminta untuk berbagi informasi mengenai pengalaman dan pengetahuan tentang program WCP. Hal ini bertujuan untuk memotivasi akademisi lainnya.

“Alhamdulillah, teman-teman dari perguruan tinggi lain ingin mencontoh dan belajar menjadi penyelenggara program WCP,” kata Prof. Unang.

Ia pun berharap, program hibah WCP ini dapat dimanfaatkan oleh akademisi Unpad lainnya. Ini bertujuan agar Unpad dapat menyerap dana hibah ini untuk bisa meningkatkan reputasi Unpad di tingkat internasional. Target Unpad untuk mencapai 500 besar perguruan tinggi dunia akan cepat terealisasi.*

Laporan oleh Arief Maulana