Mahasiswa FTG Unpad Laksanakan KKNM di Maluku

Rilis

Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Tematik di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dari bulan Januari hingga Februari 2020.*

[unpad.ac.id, 31/1/2020] Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Tematik di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dari bulan Januari hingga Februari 2020.

KKNM ini merupakan implementasi kerja sama antara Unpad dan Provinsi Maluku. Mengusung tema “Kebencanaan dan Lingkungan Hidup”, KKNM menggunakan empat desa di Kecamatan Salahutu, yaitu Suli, Tulehu, Liang, dan Waai. Desa Liang dan Waai merupakan daerah paling terdampak saat bencana gempa bumi yang melanda pada September 2019 lalu.

Pelaksanaan KKNM ini dipimpin langsung oleh Dekan FTG Unpad Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., serta Ketua Pusat Unggulan Maluku Corner Unpad Dr. Reginawanti Hindersah. Peserta KKNM merupakan mahasiswa asal Maluku yang sedang menjalani studi di Unpad lewat program beasiswa dari Pemerintah Maluku.

Usai penerimaan secara resmi di Balai Diklat Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kamis (9/1) lalu, mahasiswa langsung bertolak ke lokasi KKNM. Berbagai kegiatan dilaksanakan, seperti sosialisasi tentang peraturan negeri adat, sosialisasi pengenalan dan mitigasi bencana serta urun rembuk masalah kebencanaan dengan BPBN dan warga desa.

Sosialisasi peraturan negeri adat dilaksanakan di Desa Suli yang dengan narasumber Prof. Dr. Mon Nirahuwa dan Dr. Andreas Bakaebessy dari Universitas Pattimura. Sementara sosialisasi kebencanaan dipandu langsung oleh para mahasiswa.

“Sosialisasi diisi dengan penyampaian materi, serta bernyanyi, bergembira dan bermain bersama siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Sosialisasi dilakukan di SD Negeri 2 Suli, SDN 1 Desa Liang, SMA 5 Salahutu Waai, dan MAN Maluku Tengah,” ujar Dr. Vijaya dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Selain itu, kegiatan juga digelar di sekolah darurat maupun di kamp-kamp pengungsian terdampak bencana alam gempa bumi.

“Kami merasa bangga karena mahasiswa Maluku, yang mendapat beasiswa belajar di Teknik Geologi Unpad selama 4 tahun dari pemerintah daerah, bisa membawa nama harum Unpad dan membuktikan siap untuk membaktikan ilmu khususnya untuk daerah asal,” kata Dr. Vijaya.

Usai KKNM, mahasiswa juga akan diikutsertakan dalam kegiatan observasi lapangan studi sosial ekonomi di Desa Morela dan Dusun Telaga Kodok, 10 – 11 Februari mendatang. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami pola hidup, tata nilai, daya juang dan etos kerja penduduk di kedua lokasi tersebut dalam mengelola sumber daya alam untuk kehidupan.

“Observasi lapangan bertujuan untuk mengajak mahasiswa melihat aspek sosial yang berkonsekuensi pada perekonomian keluarga, sehingga mahasiswa memahami masyarakatnya sendiri dan membangun pemikiran konsep pembangunan Maluku di masa yang akan datang,” ujar Dr. Regina.(am)*