Tingkatkan Kualitas Mitigasi Bencana, Kodiklat TNI AD Jajaki Kerja Sama dengan Unpad

Rilis: Acep Mulyana

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., berfoto bersama Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos., di Markas Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat)  TNI Angkatan Darat (AD) di Bandung, Rabu (15/1).*

[unpad.ac.id, 16/1/2020] Sejumlah pimpinan Universitas Padjadjaran melakukan kunjungan ke Markas Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat)  TNI Angkatan Darat (AD) di Bandung, Rabu (15/1). Kunjungan dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama antara Unpad dan Kodiklat TNI AD.

Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Kodiklat TNI AD ke kampus Fakultas Teknik Geologi Unpad, pada September 2019 silam. Dalam kunjungan kali ini, Unpad diwakili Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Dekan FTG Unpad Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, M.T., serta sejumlah pimpinan dan dosen FTG Unpad.

Rencana kerja sama yang akan dilakukan Unpad dan Kodiklat TNI AD adalah peningkatan kualitas prajurit, terutama kesiapan prajurit dalam penanggulangan bencana alam. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos.

“TNI adalah satu-satunya organisasi yang siap dalam penanggulangan bencana. Namun, perlu adanya pengetahuan tambahan guna meminimalkan dampak bencana di wilayah,” kata Putranto.

Ia mengakui, sejumlah prajurit belum memiliki pengetahuan mitigasi yang baik, sehingga apparat kewilayahan seperti Babinsa perlu diberi pengetahuan yang baik tentang mitigasi bencana. Ini bertujuan agar dampak kebencanaan bisa diminimalisasi dengan baik.

“Di sinilah ahli Geologi dapat berperan dalam mengisi dan memberikan pengetahuan tentang masalah tanah seperti likuifikasi, longsor serta banjir,” imbuh Putranto.

Sementara itu, Prof. Keri mengatakan, Unpad menyambut baik adanya penjajakan kerja sama tersebut. “Kami menempatkan program ini sebagai prioritas karena langsung bersinggungan dengan kepentingan masyarakat,” kata Prof. Keri seperti dikutip dari Peloporwiratama.

Senada dengan Prof. Keri, Dr. Vijaya mengatakan, FTG Unpad sudah memiliki data terkait riset dan peta kebencanaan. Diharapkan, melalui kerja sama tersebut, data ini menjadi dasar bagi TNI maupun institusi terkait untuk dapat bergerak guna melaksanakan mitigasi.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai sejumlah permasalahan kebencanaan dan  upaya mitigasinya yang kerap dihadapi di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya Kajian Kebencanaan Geologi dan Diklat Para Babinsa untuk Tanggap Darurat Bencana oleh Dr.Ir. Dicky Muslim, M.Sc, dan paparan mengenai Peran Ilmu Geologi dalam Geopolitik dan Geomiliter oleh Dr. Ir. Zulfialdi Zakaria, M.T.

Selanjutnya dipaparkan pula tentang Kajian Potensi Sumberdaya Air di Pusat Kegiatan Militer oleh Dr. Ir. M. Sapari Dwi Hadian, M.T. dan paparan Konsep Pembentukan Geopark dalam Pembangunan Nasional Berkelanjutan oleh Prof. Mega Fatimah Rosana, Ph.D.(am)*