Februari Lalu, Mahasiswa FH Unpad Raih Juara di 2 Ajang Nasional

Rilis

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran raih Juara II pada Kompetisi Peradilan Semu Internasional Phillip C. Jessup 2020 di Unika Atma Jaya, Jakarta 7-9 Februari.*

[unpad.ac.id, 18/3/2020] Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran berhasil meraih juara pada dua kompetisi tingkat nasional, Februari lalu. Dua kompetisi tersebut antara lain: Kompetisi Peradilan Semu Internasional Phillip C. Jessup 2020 dan “National Moot Court Competition Alsa Piala Mahkamah Agung XXIII”.

Pada Kompetisi Peradilan Semu Internasional Phillip C. Jessup 2020 yang digelar di Unika Atma Jaya, Jakarta 7-9 Februari, FH Unpad berhasil meraih gelar Juara II (First Runner Up). Mahasiswa berperan sebagai pengacara di Mahkamah Internasional (International Court of Justice).

Delegasi mahasiswa pada kompetisi terdiri dari Yogi Bratajaya (Ketua Delegasi), Agung Kurniawan Sihombing, Fara Aliftisha Maharani, Indira Priandani, Syifa Adila, Raihan Faiqy (Observer) dan Hajriyanti Nuraini (Observer).

Di kompetisi itu, para delegasi terjun ke dalam dunia hukum internasional dan harus mengandalkan kemampuan riset dan penyelesaian masalah untuk menyusun argumentasi yang akan disampaikan kepada majelis hakim.

Dengan meraih juara II, tim berhasil lolos ke babak internasional untuk mewakili Indonesia pada kompetisi serupa untuk tingkat internasinal yang rencananya dilaksanakan pada 12 – 19 April di Washington DC. Namun, kompetisi ini batal dilangsungkan akibat adanya pandemi Coronavirus (COVDI-19).

Selain meraih juara, FH Unpad juga berhasil meraih penghargaan Second Best Applicant Memorandum, Best Respondent Memorandum serta Best Overall Memorandum. Salah satu delegasi, Yogi Bratajaya berhasil masuk 10 besar oralist.

Pada kompetisi kedua, National Moot Court Competition Alsa Piala Mahkamah Agung XXIII” yang digelar di Universitas Diponegoro, 14 – 17 Februari lalu, FH Unpad berhasil meraih Juara I.

Tim tersebut terdiri dari Christ Alvannij Sinurat (Ketua), Risyad Shidiq, Matius Ego Eimi Hutabarat, Adam Barnini, Michael Gerin Denggu Pasau, Daffa Yustia, Irvan Adfiansyah, Sukma Fadilla, Eishia Norika, Rezky Vrizaputra, Nathania Diva, Helsa Rakhel Tambunan, Muhammad Ahessa, Gabby Agnesya, Devita Triwira Martinadhia, Nabila Meiwindita, serta sejumlah anggota ofisial.

NMCC ALSA Piala Mahkamah Agung XXIII ini mengangkat isu tentang Tindak Pidana Khusus dan Kasus Pidana Umum (KUHP) dalam perlombaannya. Tema kasus posisi untuk penyisihan adalah materi Korupsi, Pasar Modal, Asuransi, Investasi dan Korporasi. Sementara untuk tema kasus posisi Final adalah materi tentang Kepemilikan Ganda dan Penipuan atas Tanah.(am)*