Kembara Palawa Unpad Rintis Jalur Pendakian Gunung Suket, Bondowoso

Rilis: Palawa Unpad

Unit Pencinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran berhasil merintis jalur pendakian di Gunung Suket, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, 8 – 19 Februari lalu.*

[unpad.ac.id, 10/3/2020] Unit Pencinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran berhasil merintis jalur pendakian dan melakukan sejumlah penelitian di gunung Suket, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, 8 – 19 Februari lalu. Perintisan jalur ini dilakukan oleh Tim Pengembaraan Gunung Hutan Palawa Unpad.

Tim beranggotakan Moch. Irzal Fauzi (FPIK), Adi Suwardi (FIKOM), Adhiba Adi Amani (FKEP), Yudha Diparta (FISIP), Lasmi Febrianti (FMIPA), M. Mus’hab Adlan R (Faperta), Mh. Dedek Ibrohim (FEB) serta dua pembimbing yaitu Faiq Dhiya Ulhaq (FIB) dan Bakhtiar Ibrahim (Fapet).

Gunung Suket memiliki ketinggian sekira 2.950 meter di atas permukaan laut. Terletak di antara Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, gunung ini masih termasuk ke dalam rangkaian Pegunungan Ijen. Gunung ini dipilih karena masih minimnya informasi mengenai jalur pendakian atau data dukung lainnya.

“Gunung Suket memang belum populer di kalangan pegiat alam, salah satu faktornya adalah belum adanya jalur pendakian resmi untuk gunung ini sendiri,” ujar Irzal yang menjadi ketua tim.

Kembara dimulai dari Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, Kamis (13/2). Tim berhasil menyelesaikan lintasan rintisan sepanjang 13 km dengan dua titik kamp. Irzal mengatakan, salah satu kendala yang ditemui di Suket adalah minimnya sumber air.

Di hari kelima, tim berhasil mencapai puncak Gunung Suket. Tim pun sudah membuat ploting jalur yang cukup jelas serta membuat file gpx untuk jalur pendakian sehingga mempermudah pendaki selanjutnya.

Tidak hanya merintis jalur pendakian, tim Palawa juga melakukan penelitian di lereng Suket. Mengangkat judul penelitian “Evaluasi Lahan Perkebunan Kopi di Kaki Gunung Suket”, tim berkeinginan mengetahui lebih lanjut mengenai perkebunan kopi di lereng gunung Suket.

“Tujuan penelitian ini yakni mengevaluasi lahan perkebunan kopi di kaki Gunung Suket yang nanti hasilnya berupa informasi mengenai klasifikasi kesesuaian lahan perkebunan kopi kaki gunung Suket. Informasi yang didapat akan kembali di sosialisasikan kembali kepada petani setempat,” tutur Irzal.

Untuk memenuhi data yang dibutuhkan, tim telah mengambil sampel tanah di tiga titik untuk diteliti lebih lanjut di Laboratorium Unpad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan  komparatif.

Metode deskriptif dilakukan dengan menggunakan analisis data secara kualitatif. Metode komparatif dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kriteria kesesuaian lahan perkebunan kopi dengan luasan lahan aktual. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode composite sampling yang dilakukan dimasing-masing lahan.(am)*