Prof. Unang Supratman Terima HKI Lifetime Achievement Award 2020

Laporan oleh Arif Maulana

Guru Besar akultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prof. Unang Supratman, M.Si., PhD, menerima penghargaan Himpunan Kimia Indonesia Capaian Sepanjang Waktu (HKI Lifetime Achievement Award) 2020 dalam bidang Kimia Organik dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Divisi Kimia Organik di kampus ITB, Senin (2/3) lalu.

[unpad.ac.id, 3/3/2020] Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Prof. Unang Supratman, M.Si., PhD, menerima penghargaan Himpunan Kimia Indonesia Capaian Sepanjang Waktu (HKI Lifetime Achievement Award) 2020 dalam bidang Kimia Organik dari Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Divisi Kimia Organik. Penghargaan didasarkan atas jasa Prof. Unang dalam memajukan kimia organik di Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Divisi Kimia Organik HKI yang juga Guru Besar Kimia Organik FMIPA ITB Prof. Yana Maolana Syah dalam acara yang digelar di Gedung CRCS kampus Institut Teknologi Bandung, Senin (2/3) kemarin. Acara dihadiri langsung Peraih Nobel Kimia tahun 2016, Prof. Bernard L. Feringa.

Penilaian penghargaan ini didasarkan atas sejumlah capaian terhadap tiga kriteria, yaitu performa riset, pengembangan pendidikan, serta rekognisi internasional. Prof. Unang dinilai sebagai kimiawan terbaik dengan beragam capaian dari tiga kriteria tersebut.

“Berdasarkan penilaian, saya dikatakan sebagai kimiawan organik terbaik yang menghasilkan produk riset dan publikasi di jurnal bereputasi,” ujar Prof. Unang saat ditemui Kantor Komunikasi Publik Unpad di ruang kerjanya, Selasa (3/3).

Pada bidang pendidikan, Prof. Unang dinilai berhasil memajukan pendidikan kimia organik, baik dari jenjang Sarjana hingga Pascasarjana. Dalam aktivitas penelitiannya, ia membentuk grup riset kimia organik.

“Di Unpad, grup riset kita termasuk yang kuat,” tambah Prof. Unang.

Selanjutnya pada bidang internasionalisasi, Kepala Lab Sentral Unpad ini juga banyak menjalin kerja sama riset dengan peneliti dari berbagai negara. Hal ini pula yang menjadikan Prof. Unang banyak diundang sebagai pembicara pada forum ilmiah internasional.

Prof. Unang sendiri sudah lama meneliti di bidang kimia organik. Menurutnya, senyawa kimia organik memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan, pertanian, hingga makanan. Senyawa ini banyak memberikan efek farmakologi maupun toksik.

Bahkan, senyawa ini juga digunakan untuk menanggulangi penyakit kanker hingga HIV. Karena itu, Prof. Unang berpendapat, tidak menutup kemungkinan senyawa organik ini bisa digunakan untuk menanggulangi wabah virus Korona.

Karena itu, melalui penghargaan ini, Prof. Unang dipicu untuk belajar dan meneliti lebih luas terkait senyawa organik lainnya. Ia menilai, keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki banyak potensi senyawa organik yang bisa diteliti dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Peluang Kerja Sama

Ada hal prestisius yang diperoleh Prof. Unang dalam acara pemberian penghargaan tersebut. Ia berkesempatan bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan Prof. Bernard L. Feringa. Prof. Bernard sendiri merupakan ahli kimia organik dari University of Groningen, Belanda.

Kunjungan Prof. Bernard ke Indonesia sendiri dalam rangka menerima penghargaan profesor kehormatan dari ITB dalam acara puncak peringatan Dies Natalis ke-61 ITB, Senin (2/3).

Dari pertemuan itu, Prof. Bernard menawarkan kerja sama dengan kimiawan Indonesia, terutama pada penentuan stereokimia senyawa organik bahan alam. Hal ini tentunya membuka peluang kerja sama lebih luas.

Prof. Unang juga belajar banyak dari apa yang telah diraih Prof. Bernard. Menurutnya, ahli Indonesia juga memiliki peluang yang sama untuk meraih Nobel asalkan menghasilkan produktivitas keilmuan yang baik.

“Kita jangan berpikir melakukan penelitian untuk mendapat hadiah. Kita bekerja saja, kalau suatu saat hasil penelitian kita bagus, teruji, dan bisa dimanfaatkan, orang akan mengakuinya,” kata Prof. Unang.*