Tidak Bisa Mudik Lebaran, Ini Tips Tetap Bahagia dari Pusat Konseling Unpad

Rilisdirumahaja; lebaran; mudik; covid-19;

[unpad.ac.id, 22/5/2020] Masa pandemi Coronavirus (Covid-19) yang melanda Indonesia menjadikan aktivitas Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun ini berbeda. Kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan menyebabkan kita harus tinggal di rumah dan tidak diperkenankan untuk melakukan mudik.

Kebijakan ini membuat sejumlah individu, salah satunya mahasiswa yang tertahan tinggal di indekos, tidak bisa pulang ke rumah. Ini menjadikan Idulfitri tahun ini menjadi lebih sepi karena biasanya momentum libur lebaran banyak dimanfaatkan untuk berlibur dan bersilaturahmi dengan sahabat lama.

Bagi yang tinggal di perantauan, akan ada perasaan sedih karena tidak dapat bertemu langsung dengan orangtua maupun orang-orang yang dicintai. Perasaan tersebut normal dirasakan dalam situasi seperti ini. Namun, rasa sedih sebaiknya jangan berkepanjangan, karena ada banyak cara untuk mengatasinya.

Dua dosen Fakultas Psikologi Univesitas Padjadjaran sekaligus tim Pusat Konseling Unpad Dhini Andriani, M.Psi., dan Tiara Ratih Purboningsih, M.Psi., membagikan tips mengatasi kesedihan sekaligus menjadikan kita lebih produktif dan tetap dekat dengan orang-orang tersayang.

Ada enam tips yang bisa kita lakukan, antara lain:

1. Buat janji dengan orang tua dan sahabat-sahabat di kampung halaman untuk melakukan video call. Dokumentasikan saat kita video call lebaran. Ini diperlukan sebagai kenang-kenangan di masa mendatang;

2. Berikan hadiah kecil untuk dirimu sendiri atau membaginya kepada orang terkasih. Caranya sederhana, misalnya masak untuk keluarga dan mengirimkan ke teman. Ide lainnya membuat kolase foto tentang teman-teman dan keluarga dalam rangka Idulfitri. Hasil karya ini bisa dibagikan ke media sosial;

3. Dorong komunikasimu ke tahap selanjutnya dengan cara menulis catatan harian bersama dengan sahabat ataupun keluarga. Banyak aplikasi yang dapat digunakan seperti Livejournal.com, penzu.com, diary.com, atau Tumblr. Kita dapat menulis lebih bebas, membuat rencana-rencana jika kondisi sudah normal. Pastinya bisa menjadi kenangan 5 atau 10 tahun ke depan;

4. Rutin berolahraga. Aktivitas ini dapat dilakukan di rumah ataupun indekos. Pagi hari sambil mendapatkan matahari kita latihan 5K. Atau jika tidak suka keluar ruangan, banyak video di youtube yang dapat kita ikuti untuk berolahraga di ruang terbatas dan tanpa alat. Olahraga diketahui meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh kita. Hormon ini adalah satu hormon yang berasosiasi dengan kebahagiaan;

5. Cobalah aktivitas baru. Libur lebaran hanya beberapa hari, tidak ada salahnya mencoba hal baru sebelum kita kembali ke aktivitas WFH atau belajar di rumah. Misalny dengan memanfaatkan channel di YouTube untuk mencoba resep-resep baru, mencoba hand lettering, hingga menonton teater. Bagi kita yang sudah punya passion tapi belum sempat melakukannya, bisa jadi ini waktunya;

6. Selalu bersyukur. Dengan kemajuan teknologi saat ini kita tetap dapat terhubung dengan orang-orang terkasih meskipun lebaran di indekos ataupun di rumah saja. Tidak ada salahnya jika menulis diary of gratitute yang akan mengingatkan kita begitu banyak yang kita miliki meskipun di masa sulit.

Bagi kita yang memiliki keterbatasan internet ataupun sudah lelah menatap layar handphone dan laptop, ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan, seperti berkebun, eksperimen resep, menulis di buku, membaca novel, atau bahkan membersihkan kamar yang mungkin sudah dua bulan tidak dibersihkan sambil menata ulang.(art)*