Pembangunan Infrastruktur Tahan Kelesuan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Rilis

infrastruktur

Gedung Rektorat Unpad.(Foto: Kantor Komunikasi Publik Unpad)*

[unpad.ac.id, 24/6/2020] Pembangunan infrastruktur di Indonesia harus tetap berjalan meski pandemi Covid-19 berdampak pada sektor bisnis dan perekonomian. Infrastruktur sebagai bagian dari investasi dapat mendukung perekonomian yang lesu.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadaran Prof. Yudi Azis, menjelaskan, infrastruktur akan mendukung ketahanan pangan masyarakat. Dibangunnya sejumlah ruas tol dinilai membantu kelancaran distribusi pangan yang sangat diperlukan di masa pandemi Covid-19. Selain ketahanan pangan, masa pandemi juga membutuhkan kelancaran pasokan untuk fasilitas kesehatan sehingga lebih baik.

“Fasilitas kesehatan memerlukan infrastruktur pengolahan air bersih yang baik dan mungkin bisa didukung dengan proyek yang dibiayai skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha,” ujar Prof. Yudi dalam Webinar “Arah Kebijakan KPBU Sekarang dan Pasca-Pandemi” Jumat (19/6) lalu.

Webinar ini diselenggarakan oleh Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia/University Network Indonesian Infrastructure Development (UNIID). Webinar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad yang juga Ketua UNIID Prof. Rina Indiastuti.

Selain ketahanan pangan dan fasilitas kesehatan, Prof Yudi Azis juga menyoroti infrstruktur yg mendukung belajar dan bekerja dari rumah. “Belajar dan bekerja dari rumah membutuhkan listrik, sistem energi yang baik dan juga infrastruktur digital seperti sinyal internet yang baik dan merata. Inilah momennya. Infrastruktur yang baik bisa meningkatkan daya saing bangsa di masa pandemi ini,” paparnya.

Direktur Utama PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia M.Wahid Sutopo menjelaskan, kegiatan penjaminan KPBU untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19. Walakin, pandemi membuat pihak yang terlibat dalam kontrak KPBU harus mempertimbangkan klausul mengenai Force Majeure, atau keadaan kahar yang sebaiknya mencakup juga wabah penyakit selain bencana alam.

(baca juga: Melihat Pandemi Covid-19 dalam Kacamata Sosial Budaya)

“PT. PII terus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan memberikan penjaminan untuk skema pembiayaan KPBU walaupun di masa pandemi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Prof. Danang Parikesit mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus terus berjalan untuk mendukung perekonomian yang melambat. Di tengah konsumsi masyarakat berkurang, belanja pemerintah berkurang, hingga kemungkinan ekspor yang merosot, investasi jadi jalan terbaik untuk menopang perekonomian.

“Kalau kita ingin tetap tumbuh perekonomiannya maka investasi pada infrastruktur bisa menjadi salah satu cara,” tegasnya.

Webinar ini dimoderatori oleh Dosen Fakultas Hukum Unpad Dr. Prita Amalia, M.Hum.(art)*