Sastra Jepang Unpad Raih Program Bantuan Model CoE Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kemendikbud

Laporan oleh Arif Maulana

Sastra Jepang Unpad

Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Jatinangor. (Foto: Yuli Hantoro)*

[unpad.ac.id, 30/6/2020] Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran memperoleh Bantuan Program Studi Menjadi Model Center of Excellence (CoE) Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sabtu (27/6).

Program bantuan ini merupakan upaya Kemendikbud untuk mengimplementasikan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang telah dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.

(baca juga: Himade Unpad Peragakan Upacara Minum Teh Khas Jepang)

Prodi Sastra Jepang sendiri merupakan satu dari 34 program studi yang mendapatkan Program Hibah Kampus Merdeka (Hikam) Unpad. Melalui hibah ini, prodi Sarjana dan Sarjana Terapan di Unpad didorong untuk menciptakan kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Ketua Program Studi Sastra Jepang Unpad Dr. Riza Lupi Ardiati, M.Hum., mengatakan, perolehan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan proposal Hikam Unpad. Usai diajukan, Sastra Jepang bersama sejumlah prodi lain didorong untuk mengajukan proposal program bantuan CoE Dikti.

Ada dua skema yang ditawarkan Program CoE Dikti. Dalam hal ini, Sastra Jepang Unpad masuk ke dalam program skema I dengan total bantuan sebesar Rp 80 juta. Skema ini, kata Dr. Riza, lebih terfokus pada aspek perancangan saja.

“Pada skema I kita didorong buat rancangan kurikulum, sasaran target dan SOP-nya seperti apa. Tetapi (bantuannya) tidak sampai ke implementasi,” ujar Dr. Riza.

(baca juga: Siti Nurasiah Raih Juara Pidato Bahasa Jepang di Yokkaichi University, Jepang)

Penyusunan rancangan kurikulum Kampus Merdeka disesuaikan dengan ciri khas prodinya. Dr. Riza mengatakan, salah satu kekuatan prodi Sastra Jepang Unpad dalam mengimplementasikan Kampus Merdeka adalah aktivitas pertukaran pelajar (student exchange).

Tercatat, Sastra Jepang Unpad memiliki program pertukaran pelajar yang sudah berjalan cukup lama dengan 7 universitas di Jepang. Selain itu, pihaknya juga banyak menjalin kerja sama dengan industri untuk program magang mahasiswa.

Pada aspek mata kuliah, pihaknya juga sudah menyiapkan mata kuliah yang selaras dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Mata kuliah ini akan menjadi pilihan bagi mahasiswa lintas prodi internal maupun mahasiswa prodi sejenis lintas perguruan tinggi yang ingin menjalani studi di Sastra Jepang Unpad.

Selain penyiapan mata kuliah prodi, pihaknya juga sudah menyiapkan mata kuliah lintas prodi untuk mahasiswa Sastra Jepang. Ada empat mata kuliah pilihan yang ditetapkan, yaitu manajemen, ilmu komunikasi, psikologi dasar, dan teknologi informasi.

Menurut Dr. Riza, empat mata kuliah ini merupakan rekomendasi dari para alumni. Diharapkan pilihan ini dapat meningkatkan kompetensi lulusan Sastra Jepang di dunia kerja.

“Semua kami buat target sasarannya. Kami ajukan melalui Hikam internal Unpad. Setelah itu, Unpad meminta kami mewakili untuk Dikti. Tentunya, sasaran target harus lebih jelas dan dikaitkan dengan 8 kegiatan yang menunjang Kampus Merdeka,” papar Dr. Riza.

Diharapkan Dr. Riza, perolehan program bantuan CoE ini dapat mengimplementasikan program Kampus Merdeka di prodi Sastra Jepang Unpad. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk pencapaian lulusan yang adaptif,” tuturnya.*