Sastra Indonesia

Akreditasi: A
E-mail:
Fakultas: Ilmu Budaya
Website:

Deskripsi:
Program studi  Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad merupakan program studi pertama yang dibuka di FIB Unpad. Fokus pembelajaran pada program studi ini adalah bahasa, sastra, dan budaya. Mahasiswa Sastra Indonesia juga mempelajari mata kuliah yang berkaitan dengan aspek kemahiran: kemampuan tata bahasa, komunikasi lisan dan tulisan.

Sebagai upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan, prodi Sastra Indonesia telah menentapkan visi pada tahun 2026. Visi tersebut mendorong Program Studi Sastra Indonesia menjadi program studi unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kelas dunia yang memiliki komitmen dan integritas kuat dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas di bidang bahasa dan sastra Indonesia, baik dalam konteks lokal dan global, serta mampu adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

Kurikulum:

Kurikulum program Sastra Indonesia disusun dengan mengacu pada buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Program Sarjana Universitas Padjadjaran dengan merujuk pada visi, misi, dan tujuan yang telah digariskan. Peninjauan kurikulum selalu dilakukan secara periodik, agar kurikulum sesuai dengan situasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya aktual dalam masyarakat, sehingga program studi Sastra Indonesia dapat menghasilkan lulusan dengan kualifikasi yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan. Saat ini kurikulum mengharuskan mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu dengan waktu tempuh tercepat 3,5 tahun dan waktu tempuh maksimal selama 14 semetser/ 7 tahun. Jumlah SKS yang harus ditempuh sebanyak 146 SKS.

Kurikulum di prodi Sastra Indonesia sudah memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi.

Adapun kompetensi pengetahuan umum yang menjadi capaian pembelajaran di prodi Sastra Indonesia adalah:

(1) Menguasai konsep teoretis kebahasaan dan kesastraan Indonesia.

(2) Menguasai dasar-dasar pengetahuan untuk berkreasi di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia.

(3) Menguasai dasar-dasar metode penelitian kebahasaan dan kesastraan Indonesia.

(4) Menguasai teknik penerapan konsep-konsep kebahasaan dan kesastraan untuk meningkatkan pemahaman mengenai identitas keindonesiaan.

Keterampilan khusus yang ditargetkan melalui capaian pembelajaran adalah:

(1) Mampu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mensistematisasi masalah-masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia yang berkembang di masyarakat;

(2) Mampu merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah dalam bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia sebagai dasar untuk memahami persoalan kemanusiaan;

(3) Mampu melakukan komunikasi dengan menggunakan media bahasa dan sastra Indonesia;

(4) Mampu melakukan penelitian dengan menggunakan konsep teoretis dan metode penelitian bahasa dan sastra;

(5) Mampu menganalisis masalah-masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia dengan menggunakan berbagai teknik analisis bahasa dan sastra;

(6) Mampu berkreasi di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

Mahasiswa prodi Sastra Indonesia pada umumnya memiliki kemampuan akademik yang baik, mengingat mahasiswa yang diterima di prodi ini merupakan hasil seleksi penerimaan mahasiswa tingkat nasional dengan peluang yang sangat ketat. Ini dibuktikan dengan 70% mahasiswa lulus tepat waktu dengan IPK rata-rata 3,2.

Para dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga didorong melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa terlibat secara bersama dalam penelitian maupun proses pengabdian kepada masyarakat.

Hasil karya ilmiah dosen prodi Sastra Indonesia sudah tercetak dalam puluhan buku, artikel di berbagai jurnal nasional dan internasional, tulisan di berbagai surat kabar, dan tulisan dalam prosiding nasional dan internasional. Para dosen kerap diundang untuk menjadi narasumber berkaitan dengan kepakarannya pada berbagai level nasional maupun regional.

Selain itu, para dosen juga terlibat dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur Asing (BIPA). Setiap tahun, mahasiswa asing datang ke Universitas Padjadjaran untuk belajar bahasa Indonesia. Begitu pun dosen-dosen sastra Indonesia dikirim ke berbagai negara untuk mengajarkan bahasa Indonesia.

Dengan makin diminatinya bahasa Indonesia di seluruh dunia, serta dijadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau pilihan di beberapa universitas dunia, ini membuka kesempatan menyebarkan bahasa dan budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Program ini sekaligus mendorong terbukanya peluang kerja bagi alumni Sastra Indonesia.

Prospek Kerja:

Sejak didirikan sampai sekarang, ribuan alumni telah tersebar dalam keragaman bidang kerja di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, dengan posisi yang baik. Kompetensi kerja alumni Sastra Indonesia sangat luas. Mulai dari menjadi guru dan dosen, pengajar bahasa Indonesia sebagai media diplomasi di berbagai universitas di dunia. Alumni juga banyak tersebar di media massa, diantaranya menjadi wartawan, penulis artikel, hingga editor.

Mereka tersebar di bidang pendidikan menjadi guru dan dosen. Saat ini, alumni juga mengajar Bahasa Indonesia sebagai media diplomasi di berbagai universitas di dunia. Mereka juga tersebar  di media massa cetak dan elektronik menjadi reporter, penulis berita, penulis artikel, dan editor. Komunikasi antar alumni prodi Sastra Indonesia terpelihara dengan baik melalui penyelenggaraan kegiatan temu alumni secara rutin.

Kerja Sama

Saat ini, program studi Sastra Indonesia memiliki kerja sama aktif dengan Shanghai International Studies University (SISU) yang telah berlangsung selama 15 tahun tanpa henti. Setiap tahunnya dosen prodi Sastra Indonesia dikirim  sebagai dosen tamu di SISU. Begitu pun sebaliknya, mahasiswa dari SISU dikirim ke Unpad untuk belajar selama satu tahun. Sebelumnya, kerja sama yang sama dilakukan dengan Young San University di Korea Selatan.*