Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Membandingkan Pertanian Berbagai Negara di Kongres IAAS
 

Berita Terbaru

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Membandingkan Pertanian Berbagai Negara di Kongres IAAS

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 16/09] Indonesia sebagai negara agraris mungkin bisa belajar dari negara Meksiko untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Masyarakat Meksiko yang banyak mengandalkan pertanian dan perkebunan sebagai mata pencahariannya, telah banyak melakukan terobosan dalam pengelolaan industri pertanian dan perkebunan. Hal tersebut tampak dari penerapan teknologi maju dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian dan perkebunan mereka.

Peserta Kongres IAAS di Meksiko. *

Peserta Kongres IAAS di Meksiko. *

Gambaran pertanian dan perkebunan Meksiko tersebut diungkapkan oleh Femmy Nur Basri, yang baru saja menyelesaikan studinya di Fakultas Pertanian Unpad saat mengikuti program International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) 52nd World Congress di Meksiko, 19 Juli–8 Agustus 2009. Femmy merupakan salah satu perwakilan dari Indonesia di forum yang diikuti oleh anggota IAAS dunia dengan lebih dari 42 negara anggota serta partisipasi internasional dari berbagai universitas di Eropa, organisasi internasional, perusahaan skala internasional dan lembaga Perserikatan Bangsa–Bangsa.

“Para peserta yang hadir membandingkan pertanian di berbagai negara. Mereka sangat antusias membahas berbagai persoalan pertanian di dunia. Indonesia turut aktif dalam diskusi bersama mahasiswa negara-negara anggota IAAS untuk membahas masalah-masalah global. Hasil dari kegiatan ini sangat berguna bagi bangsa indonesia yang memiliki potensi kekayaan alam dan budaya yang harus dilindungi dan dimanfaatkan secara arif,” jelas Femmy yang ditemui di ruang Website Unpad, Selasa (15/09) lalu.

Seluruh peserta kongres ini mengikuti kegiatan inti yang meliputi General Assembly, seminar internasional, field trip dan presentation session. Pada world congress 2009 ini, general assembly dilakukan di dua kota berbeda yaitu Mexico City dan Queretaro yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli – 26 Juli 2009. Pada general assembly tahun ini terbagi atas tujuh plennary session dan tiga kali working groups. General Assembly ini membahas berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi IAAS di seluruh dunia, sekaligus pembahasan struktur organisasi periode yang akan datang.

Pada seminar internasional, para peserta diberikan berbagai materi dari beberapa pakar pertanian. Seminar pertama mengangkat topik tentang pentingnya nutrisi tanaman pada pertanian ini diberikan oleh seorang pembicara bernama Marko Petek dari Kroasia.   Seminar hari kedua dibawakan oleh Tomislav Karažija, MSc, seorang mahasiswa PhD dalam bidang nutrisi tanaman Universitas Zagreb. Ia membahas tentang logam berat yang terdapat pada tanaman yang berpengaruh pada bidang pertanian.

“Kami juga diberi penjelasan mengenai tanaman amarantum. Amarantum adalah tumbuhan sejenis bayam yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Amarantum dipercaya sebagai makanan para prajurit raja yaitu salah satu kelas tertinggi dalam peradaban bangsa Aztec. Kini amarantum digunakan sebagai makanan bagi astronot NASA karena kandungan gizi yang lengkap, terutama kandungan protein dan lemak esensial yang tinggi,” jelas Femmy.

Selain disuguhi berbagai materi dalam bentuk seminar, para peserta kongres juga mengikuti tiga workshop pilihan, yaitu Candy Workshop, Cheese Workshop, dan Salsa Workshop. Selain itu, mereka juga mengikuti field trip ke berbagai tempat, antara lain, ke perkebunan Jagung untuk mengenal pembenihan dan proses pembenihan jagung dan gandum. Para peserta juga mengunjungi Teotihuacan (Piramida Mexico), Fresh Max Company, salah satu perusahaan Mexico yang mengekspor tiga macam cabe (merah, kuning, dan jingga) ke USA dan Canada. Peserta kongres juga mengunjungi Koppert, institusi yang fokus terhadap pest insect management. Koppert  membuat insektisida biologis dari lebah. Mereka juga berkunjung ke San Miguel-Organic Farm, sebuah tempat dikembangkannya pertanian organik dan Mundo Cuervo, perusahaan yang menghasilkan produk minuman keras jenis tequila dan merupakan salah satu perusahaan terbesar dan tertua yang bergerak di bidang minuman keras di Meksiko.

Di hari lain, peserta kongres juga mengikuti trade fair, yaitu ajang perkenalan budaya dari setiap negara anggota IAAS dimana setiap negara diwajibkan membawa barang-barang khas negara masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, delegasi IAAS Indonesia mengenakan baju batik, serta menampilkan video Visit Indonesia 2009 dan juga membagikan berbagai brosur dan pamflet mengenai Indonesia.

“Indonesia akan menjadi tuan rumah IAAS World Congress ke-53 pada tanggal 11 Juli-5 Agustus 2010. Penyelenggaraan kali ini akan bertempat di enam kota, yaitu, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Malang dan Kendari. Dan Unpad menjadi panitia lokal untuk Bandung,” tutur Femmy.

Acara terakhir yang diikuti adalah University Fair diadakan di Kampus University Techonologico of Monterrey Queretaro. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mempromosikan berbagai universitas yang memiliki organisasi IAAS. Diantaranya adalah Portland State University, Iowa State University, Ghent University, University of Copenhagen. IAAS Indonesia juga ikut serta dalam kegiatan ini dengan mempromosikan berbagai universitas anggota IAAS, antara lain Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran dan Universitas Haluoleo. (eh)*

Sebelumnya

  • Obat Propofol Dapat Selamatkan Pasien COT
  • Tiga Mahasiswa Unpad Terpilih Ikuti Indonesian Art and Culture Scholarship
  • Tenaga Pendidik Unpad Diharapkan Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

Sesudahnya

  • Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
  • Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
  • Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube