Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Mengupayakan Pakan Berkualitas di Lahan Marginal
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 17/09] Penyediaan hijauan makanan ternak yang bermutu dan tersedia sepanjang tahun sangat penting di dalam usaha meningkatkan produksi ternak ruminansia (hewan pemamah biak). Akan tetapi, ketersediaan lahan khusus untuk ditanami hijauan pakan sangat terbatas, jikapun ada merupakan lahan marginal. Percobaan terhadap pertanaman campuran rumput dan legum berpotensi untuk menyediakan pakan yang berkualitas.
“Introduksi leguminosa adalah salah satu langkah untuk memperbaiki lahan marginal dengan biaya yang murah. Pertanaman campuran rumput dan legum ini dapat diperkuat lagi apabila dibarengi dengan teknologi pemupukan yang memperhatikan kesinambungan kualitas tanah seperti pupuk biologis fungi mikaroza arbuskula (FMA),” ungkap kandidat doktor Herryawan Kemal Mustofa saat mempresentasikan disertasinya dalam Sidang Terbuka Ujian Disertasi Program Doktor (S-3) Program Pascasarjana Unpad di Gedung Pascasarjana, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (17/09).
Dalam disertasinya berjudul “Pengaruh Leguminosa dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Produktivitas Rumput Bengala yang Ditanam pada Lahan Marginal”, Herryawan mengungkapkan bahwa diperlukan penyeleksian kombinasi tanaman rumput dan leguminosa untuk mendapat hasil yang baik. Hal ini penting agar dapat memenuhi kebutuhan akan hijauan pakan yang berkualitas.
Empat tahap percobaan yang dilakukannya selama lebih dari satu setengah tahun membuktikan bahwa aplikasi FMA pada sistem pertanaman campuran rumput-legum dapat meningkatkan produktivitas rumput Benggala untuk pakan ternak yang ditanam pada lahan marginal. “Pada gilirannya hasil ini akan berdampak pada keseimbangan kondisi kualitas tanah yang baik,” lanjut Herryawan di hadapan Ketua Sidang, Prof. Ganjar Kurnia, tim promotor, dan tim oponen ahli.
Tanaman legum, kata Herryawan, selain mempunyai fungsi sebagai tanaman penutup tanah, mengurangi erosi, jugadapat memperbaiki kualitas kimia tanah melalui penambahan sumber nitrogen tanah. Menurutnya, tanaman leguminosa mempunyai peran penting karena kemampuannya mengikat nitrogen dari udara yang dapat ditransfer kepada tanaman lain yang tumbuh disekitarnya.
“Kemudian tanaman legum ini dapat berperan sebagai pengganti pupuk nitrogen yang harganya relatif mahal serta penggunaannya masih bersaing dengan kebutuhan untuk pupuk nitrogen untuk tanaman pangan dana tanaman perkebunan,” kata Herryawan yang meraih predikat cum laude usai mempresentasikan disertasinya itu.
Pembuktiannya dalam percobaan pertanaman campuran rumput dan legum ini membuat Herryawan menyarankan untuk dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak guna menyosialisasikan proses dan prosedur perbanyakan inokulum yang sederhana kepada masyarakat petani dan peternak. “Ini dimaksudkan agar mereka dapat memanfaatkan lahan marginal yang ada disekitarnya,” tutur Herryawan. (eh)*



