Berita Terbaru
Setelah Diperbaiki, Stadion Olah Raga Jatinangor Dapat Tampung 1.000 Penonton
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 30/10] Stadion olah raga Unpad yang terletak di kawasan Jatinangor kini sedang diperbaiki. Perbaikan dilakukan pada hampir seluruh bagian stadion mulai dari lapangan, tribun, dan pembangunan gedung bagi pengguna lapangan. Perbaikan stadion ini dijadwalkan selesai pada Desember 2009.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Unpad, Edward Henry, S.Ip., MM. saat ditemui di ruang kerjanya, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Kamis (29/10) mengatakan bahwa pihaknya tengah mengonsentrasikan perbaikan pada tiga bagian stadion yang dibangun pada 1986 ini. Menurut Edward, kondisi stadion yang rusak membuat pihak universitas akhirnya berusaha untuk segera memperbaikinya.
“Lapangan merupakan bagian stadion yang cukup memprihatinkan. Saat hujan datang, air menggenangi lapangan, sehingga tidak dapat digunakan untuk bermain sepak bola,” ujar Edward.
Untuk itu, pihaknya menerapkan konsep lapangan serap, di mana ketika hujan turun, air langsung terserap dan tidak menggenangi lapangan. “Di bawah lapangan dipasang pipa elastis berpori yang tahan terhadap pukulan. Di atasnya dilapisi berturut-turut ijuk, pasir, batu-batu tipis, dan tanah Lembang yang selanjutnya ditanam rumput,” ungkap Edward.
Pipa elastis ini, lanjut Edward, akan mengalirkan air yang terserap tanah ke dua saluran air yang langsung dialirkan ke saluran kota. “Di lapangan sendiri, saat ini sudah ditanami rumput. Kami harapkan rumput yang telah ditanam ini dapat tumbuh dengan baik dengan bantuan air hujan hingga Desember mendatang,” kata Edward.
Sementara itu pada bagian tribun, Edward menjelaskan bahwa pihaknya tengah memperluas tribun ke sisi kanan dan kiri tribun lama. “Awalnya tribun ini hanya berkapasitas 400 orang, kini kami tambah hingga sanggup menampung 1.000 penonton. Tribun juga akan dilapisi dengan keramik kasar dengan warna-warna yang cerah,” jelas Edward.
Ia juga menjelaskan bahwa atap tribun juga mengalami perbaikan. Sementara rangka atap tetap dipertahankan dan diperbarui dengan dilapisi cat warna. Sementara itu, ia juga mengungkapkan bahwa akan ada tiga gerbang yang dapat digunakan penonton untuk keluar dan masuk stadion. Dua gerbang pertama terletak di tribun dan satu gerbang lainnya yang disebut Pintu Masuk Utama berada di seberang tribun.
Di seberang tribun ini pula, tengah dibangun gedung bagi pengguna lapangan. Dijelaskan Edward bahwa gedung ini dibangun sepanjang 70 meter. Di dalamnya terdiri atas ruang ganti, ruang shower, ruang meeting, sejumlah ruang kosong sebagai fasilitas pemain, dan dua ruangan untuk pengelola stadion.
Sementara itu, pagar yang mengelilingi stadion hanya akan diperbarui dengan memberikan lapisan cat. Edward juga menjelaskan bahwa di tahap akhir, pihaknya akan membuat saluran air di sekeliling stadion yang akan digarap pada Desember 2009. Seluruh tahapan ini, lanjut Edward, menghabiskan dana lebih dari Rp 3 miliar. “Karena stadion ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit, maka perawatanpun harus sangat diperhatikan,” tegas Edward.
Sport Center
Di Kampus Unpad Jatinangor juga tengah dibangun kawasan olah raga dengan sejumlah fasilitasnya. Edward menjelaskan bahwa kawasan dengan tiga gedung tersebut dibangun dalam dua tahap. Pengerjaan tahap pertama dilakukan hingga Desember 2009 yang meliputi Gedung Futsal dan Gedung Serba Guna (GSG), serta rangka bangunan untuk Gedung Lapangan Basket, Voli, dan Bulu Tangkis.
“Tahap kedua mulai dikerjakan awal tahun 2010 untuk melanjutkan pengerjaan bangunan ketiga. Sementara itu, seluruh bangunan di kawasan olah raga ini dapat mulai digunakan untuk sivitas akademika Unpad pada April 2010,” ujar Edward. (eh)*




