Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Program Peningkatan IPM Jangan Jadi Janji Politik
Laporan oleh: Anton Sumantri
[Unpad.ac.id, 4/11] Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk mendongkrak angka Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Jabar. IPM Jabar yang berkutat di angka 70 dirasa masih jauh dari harapan angka minimal ideal 80. Bahkan Satuan Pelaksana Program Pendanaan Kompetisi (PPK) Akselerasi Peningkatan IPM ternyata masih belum banyak diketahui masyarakat luas.
“IPM bukanlah sekedar angka. IPM hanyalah indikator keberhasilan dalam pembangunan. Selama ini pemerintah dan yang menangani masalah ini termasuk Satlak PPK-IPM asyik dengan dunianya sendiri. Mereka mungkin berpikiran telah melakukan sesuatu bagi orang banyak, tapi faktanya IPM Jabar masih belum mampu menyentuh angka 80. Ini bisa jadi karena program ini dipersepsi sebagai gerakan elite politik. Seharusnya dijadikan gerakan publik,” tutur Peneliti Unpad, Dr. Dede Mariana, dalam Seminar Peran Serta Kampus dalam Mencapai IPM Jabar 80-2015 di RSG Lt. 4, Gd. Rektorat Baru Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (4/11).
Seminar yang dijadikan sebagai sosialisasi program peningkatan IPM Jabar ini menghadirkan narasumber Ketua Satlak PPK-IPM Jabar, Dr. Imam Solihin, Sekretaris Bappeda Jabar, Ir. H. Setra Yuhana, dan Peneliti Unpad, Dr. Dede Mariana. Seminar dipandu oleh moderator Eri Taufik.
Dr. Dede menambahkan, program peningkatan IPM Jabar memang harus menjadi gerakan bersama karena beberapa alasan. “Jadikan program ini sebagai gerakan bersama agar publik turut berkontribusi. Jangan jadikan program ini sebagai janji-janji politik. Jadikan hal ini sebagai isu bersama yang harus kita tangani bersama,” tegasnya.
Sementara Ir. Setra memaparkan tingkat pendidikan masyarakat Jabar masih perlu ditingkatkan lagi. “Menurut data per Desember 2008, terdapat 5,49 juta jiwa atau 13,01% yang tergolong miskin. Rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jabar setara dengan SMP kelas 1,” paparnya.
Melihat kondisi itu, program peningkatan IPM Jabar terus digenjot Pemprov Jabar. “IPM juga berarti membangun kualitas lingkungan hidup, lingkungan sosial, dan sumber daya manusia yang lebih baik. Angka IPM 80 berusaha dicapai pada tahun 2015 nanti,” paparnya.
Sementara Dr. Imam melihat kemungkinan yang bisa dicapai oleh Jabar dalam rentang waktu tertentu. “Agar angka harapan hidup di Jabar menjadi 100%, diperlukan waktu 10 tahun. Diperlukan waktu selama 13 tahun agar penduduk Jabar mengenyam pendidikan dasar 9 tahun,” ujarnya.
Menurut definisi yang dipakai United Nations Development Program (UNDP) IPM merupakan indikator untuk mengukur tingkat pembangunan manusia di suatu wilayah atau negara. Tiga bidang yang menjadi konsentrasi IPM adalah Pendidikan, Kesehatan dan Daya Beli. (eh)*



