Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Proposal PKM Unpad Meningkat 59%
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 8/11] Tahun ini Unpad mengirimkan 501 usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diajukan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk tahun anggaran 2010. Jumlah tersebut meningkat dibanding dengan usulan PKM tahun 2009 yang berjumlah 314 proposal.
Demikian disampaikan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswa Unpad, Trias Nugrahadi, dr., Sp. KN. saat ditemui di ruang kerjanya, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat (6/11). Dari jumlah tersebut, dr. Trias berharap 45 persennya dapat lolos untuk didanai oleh Dikti. “Tahun lalu, dari 314 proposal yang diajukan ke Dikti sekitar 45 persennya atau 140 proposal disetujui Dikti untuk didanai. Nah, tahun ini kami menargetkan persentase yang sama atau sekitar 220 proposal berhasil lolos untuk didanai Dikti,” papar dr. Trias.
Sejak tahun anggaran 2007 hingga 2009, proposal yang diusulkan ke Ditjen Dikti Depdiknas terus mengalami peningkatan. Pada 2007 misalnya, Unpad mengirimkan 99 proposal dan sebanyak 24 proposal lolos didanai Dikti. Sementara proposal PKM yang lolos pada Pimnas XX sebanyak 3 proposal. Di tahun 2008, Unpad mengirimkan 196 proposal dan sebanyak 45 proposal lolos didanai Dikti. Pada Pimnas XXI, Unpad berhasil mengirimkan dua timnya. Sementara itu, pada tahun 2009 Unpad mengirimkan 314 proposal dan sebanyak 140 proposal lolos untuk didanai Dikti.
Meningkatnya jumlah proposal PKM yang diusulkan ke Ditjen Dikti Depdiknas ini, kata dr. Trias, berkat kesungguhan mahasiswa Unpad dalam mengembangkan kemampuannya di bidang kreativitas mahasiswa. Hal ini juga dipicu dengan iklim ilmiah yang berusaha terus diciptakan dalam setiap kondisi.
“Kami selalu berusaha menciptakan iklim ilmiah di Unpad, sehingga mahasiswa dan dosen pembimbing selalu terpacu untuk melakukan penelitian,” ujar dr. Trias. Ia juga mengungkapkan bahwa untuk lebih mendekatkan diri dalam berinteraksi di bidang program kreativitas ini, pihaknya telah menyiapkan lahan untuk dijadikan learning center bagi mahasiswa dan dosen.
“Learning center ini kami tujukan agar mahasiswa dan dosen pembimbing agar dapat lebih sering berinteraksi dan berkreasi sehingga mampu menghasilkan produk PKM yang berkualitas,” tutur dr. Trias. Ia juga mengungkapkan bahwa learning center ini tidak hanya ditujukan bagi kegiatan PKM semata, tetapi juga digunakan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa dalam berbagai bidang.
“Namun, yang perlu diingat oleh mahasiswa adalah learning center ini dibuat dari, untuk, dan oleh mahasiswa sendiri. Kami hanya menyediakan lahannya, sehingga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh mahasiswa untuk kegiatan yang mendukung peningkatan soft skill dan program kreativitas mahasiswa ini,” jelas dr. Trias.
Sementara itu, terkait dengan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIII yang akan digelar tahun depan, dr. Trias mengungkapkan bahwa dirinya mengunggulkan PKM pada bidang kesehatan dan teknologi. “Dua bidang itu yang belum banyak diambil oleh peserta Pimnas. Inilah yang coba kami ambil, sehingga diharapkan mampu bersaing dengan peserta Pimnas dari perguruan tinggi lain,” ungkap dr. Trias.
Ia menilai bahwa jika Unpad masih memfokuskan diri pada PKM di bidang-bidang pertanian, sosial, dan pendidikan, Unpad cukup sulit bersaing dengan perguruan tinggi yang memang fokus pada bidang-bidang tersebut. “IPB misalnya yang sudah memfokuskan diri pada bidang pertanian atau UPI yang juga fokus pada bidang pendidikan,” ujar dr. Trias.
dr. Trias mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong mahasiswa dan dosen pembimbing pada dua bidang tersebut. Ia pun menargetkan setidaknya tiga penghargaan mampu diraih oleh tim Unpad yang lolos untuk mengikuti Pimnas tahun depan. “Kita harapkan dari bidang kesehatan pada Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Perawatan banyak yang lolos untuk didanai oleh Dikti, sehingga kemungkinan untuk lolos pada Pimnas juga besar,” papar dr. Trias.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2008, tim Unpad berhasil menggondol satu penghargaan setara emas untuk bidang kesehatan dari Fakultas Kedokteran Gigi. “Peluang itu masih sangat besar untuk kita ambil,” pungkas dr. Trias. (eh)*
Sebelumnya
- Jumlah Dokter Gigi di Indonesia Jauh dari Ideal - 06 November 2009
- Butuh Kerja Sama Lintas Negara Atasi Korupsi - 06 November 2009
- Jelang SKIM XI: Memperat Hubungan Indonesia – Malaysia - 06 November 2009
- Melihat Dunia di Unpad - 06 November 2009
- Setelah Terjun ke Politik, Gerakan Tarbiah Lebih Terbuka - 06 November 2009
Sesudahnya
- Perlu Dibangun Sinergi Akademisi Bisnis dan Pemerintah - 12 Maret 2010
- Upayakan Lolos ke Pimnas, Mahasiswa Peroleh Pembekalan Materi PKM - 12 Maret 2010
- Mahasiswa FH Unpad Raih 2 Gelar di Philip C. Jessup International Law Moot Court - 12 Maret 2010
- Dosen FH Unpad, Achmad Hidayat Deddy Gadzali, Meninggal Dunia - 12 Maret 2010
- Optimalkan Masa Kuliah Demi Masa Depan - 10 Maret 2010





