Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Penerima Beasiswa Didorong Agar Mampu Mandiri Berwirausaha
Laporan oleh: Anton Sumantri
[Unpad.ac.id, 8/11] Cara mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada pemberi beasiswa bukan hanya ditunjukkan dengan prestasi akademik belaka. Bersyukur dan berterima kasih juga bisa ditunjukkan dengan tingkat kemandirian yang tinggi setelah menerima beasiswa.
Perubahan pola pikir ini disampaikan Pembantu Rektor Unpad Bidang Kemahasiswaan, dr. Trias Nugrahadi, Sp.KN., saat memberikan wejangan kepada para penerima Beasiswa Indofood Sukses Makmur (Bisma). Pesan tersebut disampaikannya ketika dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan beasiswa di Menara Indofood, Jakarta, Sabtu (7/11). Sebanyak 13 mahasiswa berangkat ke Jakarta untuk menerima beasiswa, mewakili 42 orang mahasiswa Unpad yang menerima beasiswa tersebut.
dr. Trias menyampaikan, sebagian dana beasiswa yang diterima sebaiknya disisihkan untuk menjadi modal usaha. Sebagian dana tersebut bisa digabungkan dengan penerima beasiswa yang lain. Bentuk dan jenis usaha yang dijalankan bisa dipikirkan bersama.
“Jenis usaha dan bentuk kerjasamanya bisa dipikirkan bersama, termasuk dengan standard operational procedure (SOP) dari usaha ini. Contohnya mungkin untuk marketing-nya bisa dipercayakan kepada teman dari Fakultas Ekonomi (FE), promosi dan publikasi lainnya bisa dipegang oleh teman dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) dan sebagainya,” paparnya di depan para penerima beasiswa tersebut.
Ia juga menambahkan agar tidak ada konsep superior dan inferior di antara semuanya. “Di sini mahasiswa berada di titik yang sama, yaitu sama-sama penerima beasiswa, sama-sama pemodal, dan sama-sama pelaku usaha,” jelasnya.
Bentuk lain dari pemanfaatan dana beasiswa ini dicetuskan dr. Trias agar, mahasiswa memiliki pengalaman nyata di bidang kewirausahaan. Jika upaya ini berhasil, tidak hanya penerima beasiswa tersebut yang mendapatkan manfaatnya, namun juga pihak lain.
“Melihat mahasiswa berhasil dengan wirausahanya, mafaatnya tidak hanya dinimati oleh mereka saja, tapi pihak pemberi beasiswa, universitas, dan orang lain yang mereka bantu untuk membantu usaha mereka. Hal ini merupakan bentuk lain dari rasa terimakasih para penerima beasiswa,” ungkapnya.
Nampaknya semangat kewirausahaan yang didengung-dengungkan Unpad kepada mahasiswanya bukan isapan jempol belaka. Berbagai upaya dan kesempatan, kewirausahaan coba ditanamkan.
“Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Unpad kepada mahasiswanya. Kami berusaha memikirkan bagaimana keadaan lulusan Unpad. Untuk itu, soft skill sebagai bekal setelah mereka lulus sangat diperlukan. Pelatihan-pelatihan soft skill harus mereka dapatkan sebelum lulus, salah satunya dalam bentuk usaha bersama,” jelas dr. Trias.
Bisma merupakan program kerjasama antara PT. Indofood Sukses Makmur dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) yang telah menginjak tahun ketiga. Pada tahun 2009 ini, sebanyak 42 mahasiswa Unpad menerima beasiswa Bisma. Dalam acara penyerahan beasiswa, Direksi PT. Indofood, Franciscus Welirang mengatakan, Bisma adalah murni bentuk kepedulian pihaknya dalam dunia pendidikan. Link and match antara dunia usaha dengan pendidikan juga disinggungnya. Sementara itu, Ketua KSE, Tatan A. Taufik menyatakan, transparansi dan akuntabel merupakan nilai-nilai yang dipegang pihaknya sehingga para donator mempercayakan dananya kepada mereka.
“Pada awal berdirinya KSE di tahun 1998, kami baru bisa memberikan beasiswa kepada 3 mahasiswa saja. Kini telah ada 20 perusahaan yang menjadi donator kami dan kami berencana mencapai angka 1.000 beasiswa pada 2010. Korporasi tersebut menaruh kepercayaan kepada kami karena kami akuntabel dan transparan,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), Dr. Ir Muhammad Anis, M.Met, Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS., dan pihak PT Indofood dan KSE serta para penerima beasiswa.
Dalam sambutannya, dr. Trias berharap bahwa beasiswa ini merupakan langkah awal dari hubungan antara pihak terkait. Selanjutnya ia melihat kemungkinan adanya kerjasama dalam bentuk lain, seperti penelitian misalnya.
“Penelitian akan didorong ke arah yang memiliki kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas. Misalnya penelitian tentang inovasi produk Indofood. Indofood sebagai pelaku industri pasti memiliki data tentang karakteristik dan tren pasar, sementara Unpad sebagai penyedia tenaga ahli akademis akan menelitinya,” ujar dr. Trias.
Hal ini menurutnya sejalan dengan semangat yang digalakan Unpad agar penelitian-penelitian di Unpad lebih membumi. Unpad yakin penelitian-penelitian yang lebih membumi berpotensi besar untuk dapat diterapkan oleh masyarakat, tentunya penelitian yang mendatangkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Dengan meningkatnya angka yang mengakses penelitian-penelitian Unpad akan mendongkrak tingkat awareness masyarakat terhadap Unpad dan berujung pada semakin dekatnya upaya mewujudkan Unpad sebagai universitas kelas dunia. (eh)




