Berita Terbaru
Peran Pemuda dalam Pembentukan Asean Community 2015
Laporan oleh: Inge Suratmining
Perkembangan negara-negara di Asia saat ini telah banyak menjadi sorotan. Selain sebagai negara berkembang dan mampu menjadi pesaing di tingkat internasional, negara-negara di Asia juga memiliki potensi yang sangat menjanjikan di segala bidang untuk bisa disejajarkan dengan negara di benua lainnya. ASEAN sendiri menggandeng negara-negara dalam wilayah Asia Tenggara yang memiliki kesamaan identitas untuk mewujudkan sebuah integrasi dalam pertumbuhan organisasi berbasis di kawasan ini.
Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpad sebagai kaum akademisi muda menyelenggarakan seminar internasional sebagai dukungan dan sosialisasi mewujdukan ASEAN Community tahun 2015. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Shymphonesia (Shymphonizing the ASEAN). Seminar yang diselenggarakan pada hari Sabtu (7/11) di Hotel Grand Aquila Bandung ini, mengusung tema “Enhancing Awareness of ASEAN to Youth & Building ASEAN Identity Based on Friendship & Cooperation” dan dipandu oleh moderator Tina Talisa.
Dekan FISIP Unpad, Prof. Dr. H. Asep Kartiwa, Drs., S.H., M.S., dalam sambutannya mengatakan, melalui kerjasama dalam bidang sosial budaya, mahasiswa Unpad bisa mendukung terwujudnya ASEAN Community 2015. “Saya juga sangat berharap agar kegiatan ini bisa membantu tujuan atau komitmen yang telah disepakati oleh Negara-negara ASEAN,” ujar Prof. Asep sekaligus membuka secara resmi seminar yang juga diikuti oleh delegasi dari beberapa negara anggota ASEAN.
Direktur ASEAN Political Security Cooperation, Ade Padmo Sarwono, pada materi seminar berjudul “Concentrate Undertaking Towards The ASEAN Community 2015” mengatakan, “Dari diskusi yang telah dilakukan sebelumnya, telah disepakati 3 pilar ASEAN Community yaitu ASEAN Political Security yang diprakarsai oleh Indonesia, ASEAN Economic Community diprakarsai oleh Singapura, dan ASEAN Socio-Cultural Community diprakarsai oleh Filipina,” ujarnya.
Sementara Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dra. Adiati Nurdin, MA., menegaskan bahwa ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC), memiliki tujuan utama yaitu untuk merealisasikan secara aktif komunitas ASEAN yang terpusat pada masyarakat dan tanggung jawab sosial dengan satu pandangan untuk mewujudkan solidaritas dan persatuan diantara suku bangsa dan masyarakat ASEAN itu sendiri.
Dosen Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpad, Drs. Teuku Rezasyah, mengatakan, masa depan ASEAN terletak di tangan kaum muda. “Sebagai ide yang harus disebarluaskan, tentu penting mengomunikasikan ide itu kepada rekan-rekan pemuda ASEAN lainnya, yang mungkin sedang belajar atau bekerja di berbagai negara,” ujarnya.
Sementara Duta Muda ASEAN-Indonesia 2007, dr. Gezy Weita, juga mendukung pernyataan tersebut diatas. Menurut Gezy, karena latar belakang pendidikan di bidang kedokteran, maka tugas yang diembannya selama ini banyak berperan untuk program bidang kesehatan di beberapa negara ASEAN.
Sebagai kaum muda sendiri, mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpad, Adhya Widyadhana, yang juga sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Shymphonesia mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan acara Shymphonesia ini mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk lebih peduli dan berpikiran untuk bisa memajukan dunia. Adhya juga menegaskan, Shymphonesia ini akan menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk sosialisasi menuju ASEAN Community di tahun 2015 mendatang. (eh)*


