Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
Sertifikasi Dosen untuk Peningkatan Performa Universitas
Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 10/11] Sejak diberlakukannya Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen, Unpad telah dua kali menyelenggaraan sertifikasi dosen pada tahun ini. Kali ini Unpad menerima kuota 300 orang dosen yang berhak mengikuti sertifikasi dosen ini. Dengan jumlah yang terbatas tersebut, perlu adanya pemilihan dosen yang layak mengikuti sertifiksi dosen ini secara obyektif sesuai dengan kriteria yang berlaku.
“Lokakarya ini didasari oleh kenyataan untuk menentukan siapa dosen yang menjadi prioritas mengikuti sertifikasi tersebut. Pertemuan ini untuk merumuskan kriteria yang berlaku umum di Unpad, yang akan diaplikasikan di fakultas,” jelas Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia yang didampingi oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti saat membuka Lokakarya Penyelenggaraan Sertifikasi Dosen Unpad 2009 di Ruang Serba Guna (RSG) Lantai 3 Gedung Lama Rektorat Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (10/11).
Rektor menjelaskan bahwa penentuan dosen untuk sertifikasi dosen ini merupakan langkah otonomi dan desentralisasi oleh fakultas. “Universitas hanya mengurusi regulasinya saja. Keputusan akhir ada di fakultas masing-masing,” tambahnya.
Sertifikasi dosen ini dianggap berkaitan dengan peningkatan performa dan kesejahteraan dosen. Melalui sertifikasi dosen ini, diharapkan dosen menemukan gagasan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan performa universitas.
Prof. Ganjar menjelaskan bahwa selama ini, titik berat dosen sering dianggap hanya berkaitan dengan pendidikan saja. Padahal, dalam tri dharma perguruan tinggi tercantum pula penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Untuk menuju world class university, penelitian para dosen ini menjadi salah satu fokusnya.
“Menuju world class university, mudah saja. Saat ini di Unpad terdapat sekira 500 dosen yang sedang melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3. Bila satu orang membuat satu saja makalah ilmiah yang terakreditasi, performa universitas akan terangkat. Sepertinya memang tampak mudah, tapi realitasnya tidak seperti itu. Karena, hal tersebut sering dianggap beban. Padahal ini untuk pengembangan dosen itu sendiri,” tutur Rektor.
Walaupun Unpad menerima jatah dosen paling banyak dibandingkan dengan universitas lain, namun jumlah tersebut dianggap masih kurang dibandingkan jumlah dosen Unpad yang jumlahnya sekira 1900-an. Bahkan bila dianggap jatah dosen untuk sertifikasi ini 300 dosen per tahun, maka diperkirakan seluruh dosen Unpad tersebut baru akan selesai disertifikasi selama tujuh tahun.
Untuk itu, Prof. Dr. Wawang Suratno, MS., salah satu pemateri dalam lokakarya tersebut mengemukakan perlu diatur penjatahan tiap fakultas di Unpad serta pengurutan dosen siapa yang diusulkan tahun ini dan siapa berikutnya tahun depan dan seterusnya, dengan penilaian yang adil dan demi kepentingan peningkatan kualitas dosen serta institusi.
Pada lokakarya yang diikuti oleh para Dekan, Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Tim Sertifikasi Dosen Unpad ini, Prof. Ir. Maman Herman Suparta, Pd.D selaku pemateri menjelaskan bahwa bagi dosen yang telah lulus sertifikasi wajib meningkatkan profesionalismenya melalui kegiatan pembelajaran. Universitas membantunya melalui penyelenggaraan Sistem Pengembangan Profesionalisme Dosen (SPPD).
“Melalui program SPPD ini, universitas memberikan bantuan, kesempatan dan dorongan kepada dosennya, baik bagi yang telah lulus, yang tidak lulus maupun yang belum menempuh sertifikasi,” jelas Prof. Maman. (eh)*



