Kawasan Olah Raga Diresmikan Akhir 2009, Rektorat Dibangun Awal 2010

13 November 2009

Laporan oleh: Erman

[Unpad.ac.id, 13/11] Pimpinan Unpad melakukan peninjauan pembangunan sejumlah proyek yang sedang dikerjakan di kampus Jatinangor, Selasa (11/11) kemarin. Dua pembangunan diantaranya, Stadion Olah Raga dan Sport Center, diharapkan dapat diresmikan pada akhir tahun 2009 ini. Sementara lokasi pembangunan rektorat masih akan dipilih dari tiga alternatif.

Rombongan pimpinan Unpad saat berjalan kaki meninjau pembangunan sejumlah fasilitas di Jatinangor (Foto: Dadan T.)

Rombongan pimpinan Unpad saat berjalan kaki meninjau pembangunan sejumlah fasilitas di Jatinangor (Foto: Dadan T.)

Rombongan pimpinan yang melakukan peninjauan terdiri dari Rektor Unpad, para Pembantu Rektor, para Dekan dan Pembantu Dekan, serta para Kepala Bagian di lingkungan Unpad. Rombongan berkumpul di Stadion Olah Raga dan meninjau lokasi pembangunan dengan berjalan kaki.

Sport center sebagian telah selesai dibangun, ada gelanggang mahasiswa dan futsal. Sedangkan gedung untuk bulu tangkis dan bola voli diharapkan selesai Juni 2010. Stadion Olah Raga dan Sport Center akan diresmikan 30 Desember 2009 nanti dengan menggelar pertandingan antara USBU (Unit Sepak Bola Unpad) melawan tim Mantan Persib,” ujar Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Stadion Olah Raga Jatinangor diharapkan dapat menampung 1.000 penonton. Sedangkan Sport Center akan dibangun dalam dua tahap dimana tahap pertama selesai akhir tahun ini dan tahap kedua dimulai pada awal tahun 2010 dan diharapkan selesai pada April-Juni 2009. Pembangunan gedung rektorat sendiri, seperti juga pernah diberitakan, akan dimulai Februari 2010.

Sementara lokasi pembangunan rektorat masih belum ditentukan karena ada tiga alternatif. Pertama, lokasi di dekat danau reservoir yang terletak di dekat pintu keluar kampus menuju terminal bis Damri. Kedua, jalur tengah antarfakultas, letaknya diantara lokasi kampus kelompok sosial dan kelompok eksakta. Ketiga saung meeting yang terletak di bagian belakang kampus Jatinangor, sekitar areal pembuatan pupuk kompos.

“Lokasi rektorat harus terletak di daerah yang sekecil mungkin menimbulkan permasalahan, seperti areal parkir maupun arus lalu lintas kendaraan,” ujar Rektor  ketika mengakhiri peninjauan di Saung Meeting. *