Berita Terbaru
Estafet Kepemimpinan di KPM Unpad
Laporan oleh: Anton Sumantri
[Unpad.ac.id, 15/11] Kesuksesan dan kelancaran berbagai perhelatan yang dilakukan Unpad tak jarang karena kontribusi sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad. Selayaknya suatu organisasi, pergantian kepengurusan pun dialami KPM Unpad.
Tongkat estafet kepemimpinan KPM secara resmi diserahkan oleh Ketua KPM 2008, Yuyu Diana kepada Teguh Wijayanto di RSG Lt. 3 Gd. Rektorat Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Sabtu (14/11). Serah terima tongkat kepengurusan KPM Unpad tersebut disaksikan oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpad, dr. Trias Nugrahadie, Sp. KN.
Dalam kesempatan yang berbeda, dr. Trias mengatakan, kinerja KPM menunjukkan hasil yang baik. Sikap kooperatif yang ditunjukkan KPM kepada pihak universitas dirasakan betul oleh dr. Trias. “KPM Unpad telah menunjukkan hasil yang baik dalam arti, kerja samaKPM dengan pihak Unpad semakin baik. Mereka juga merupakan salah satu garda terdepan menjadi salah satu representasi Unpad di hadapan para tamu,” ungkapnya.
Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar di suatu organisasi. dr. Trias sendiri melihat proses kaderisasi tersebut telah dijalankan KPM dengan menggandeng anggota KPM yang baru dengan yang sudah berpengalaman di setiap tugas mereka. “Proses ini merupakan tahap belajar bagi anggota baru dan seniornya untuk saling beradaptasi dan menjaga kekompakan di antara mereka,” jelasnya.
Sebagai salah satu orang yang menduduki kursi pimpinan di Unpad, secara pribadi dr. Trias merasakan betul akan keberadaan KPM. “Universitas sangat terbantu oleh KPM dalam berbagai kegiatan yang memerlukan protokoler, tanpa mengecilkan yang lain. Mereka termasuk yang dapat diandalkan kapanpun dan dimanapun ketika kita membutuhkan protokoler sebuah acara. Inilah yang menurut saya sebagai representasi dari mahasiswa masagi (komprehensif = bahasa Sunda -red),” sambung PR III Unpad ini.
“Sebagai mahasiswa, saya lihat mereka adalah representasi mahasiswa masagi. Meskipun status mereka mahasiswa, tapi ketika sedang bertugas mereka mengedepankan profesionalisme mereka tadi,” sambungnya. Dirinya juga menginginkan agar anggota KPM tetap bersikap demikian tanpa ada keinginan untuk pamrih.
Para anggota KPM yang notabene masih berstatus mahasiswa ini menurut dr. Trias memiliki nilai tambah. Dalam UKM ini dan juga UKM yang lain, nilai-nilai kewirausahaan sangat jelas tertanam di setiap anggota. Masih dijelaskan dr. Trias, anggota KPM Unpad ini dianggap sudah bisa mengatur emosi, waktu dan konflik dengan baik.
“Sikap profesionalitas ini juga merupakan esensi dari sikap seorang wirusaha. Wirausaha bukan melulu berbicara tentang materi, namun nilai-nilai yan ditunjukkan oleh teman-teman dari KPM Unpad juga merupakan nilai-nilai kewirausahaan,” tegasnya. dr. Trias menyadari, ketika menjalankan tugas, para anggota KPM menghadapi orang-orang dengan tipe dan karakter yang berbeda.
“Ada yang bersikap kooperatif, baik, sopan, tapi ada juga yang bossy, atau bahkan meremehkan keberadaan mereka. Namun KPM harus tetap tersenyum dan mengedepankan sikap profesionalisme tadi,”ujarnya.
Dunia kerja KPM yang harus berhadapan dengan orang lain, menuntut mereka untuk memiliki semangat pelayanan yang prima. Semangat ini hukumnya wajib dilakukan oleh setiap anggota KPM. Bukan berarti sebuah penghambaan namun lebih kepada sikap melayani sebagai salah satu job description mereka yang berarti juga mengedepankan sikap profesionalitas.
Di akhir perbincangan, dr. Trias berpesan kepada KPM Unpad. “Berlakulah sopan terhadap siapa saja, bahkan kepada orang yang berlaku kasar terhadap kita. Bukan karena mereka pantas diperlakukan baik, tapi karena anda adalah orang baik,” tandasnya.
Sementara itu, Teguh Wijayanto berniat akan mengubah citra KPM Unpad yang oleh sebagian warga Unpad dinilai sebagai UKM yang ekslusif. “Saya ingin KPM Unpad tidak dinilai sebagai UKM yang ekslusif. Selain itu, saya ingin mempererat rasa kekeluargaan di internal dan eksternal KPM. Semoga kami tetap solid dengan jumlah yang sekarang,” harapnya.
KPM Unpad berawal dari diskusi di bawah pohon oleh mahasiswa Unpad yang menginginkan sebuah koprs protokoler untuk membantu kelancaran jalannya sebuah kegiatan. KPM Unpad telah memiliki 8 angkatan terhitung tahun 2009 ini. KPM Unpad adalah Korps Protokoler Mahasiswa pertama di universitas di seluruh Indonesia. KPM Unpad juga merupakan kiblat bagi oranisasi serupa di universitas di Bandung. (eh)*



