Berita Terbaru
- Segera Terbentuk, Forum Pembantu / Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama
- Surat Edaran Kebijakan Unggah Karya Ilmiah dan Jurnal
- Jalin Kerja Sama dengan Micromine, FTG Unpad Dapat Software Senilai Rp 2,275 Miliar
- Lowongan Pekerjaan Real Estate G4N Group
- Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke Perancis, 5 Mahasiswa Unpad Dapat Pengalaman Menarik
IKK Baru Perlu Lebih Gencar Disosialisasikan
Laporan oleh: Ratih Anbarini
[Unpad.ac.id, 17/11] Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Pendidikan Tinggi (Dikti) meminta kepada setiap perguruan tinggi untuk memperbarui Indikator Kinerja Kunci (IKK) sesuai dengan kemampuannya berdasarkan IKK yang telah disusun Dikti. IKK tersebut merupakan bagian dari upaya Dikti dalam mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi untuk menuju universitas kelas dunia.
Demikian disampaikan Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Pengawasan Unpad, Prof. Ir. Tarkus Suganda, M.Sc., Ph.D. saat ditemui di ruang kerjanya, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (17/11). Ia mengungkapkan bahwa dari sederet daftar IKK Dikti, sekitar 56 di antaranya relevan dengan Unpad.
“Beberapa poin memang masih sama dengan IKK Dikti sebelumnya. Namun, ada sejumlah hal baru yang cukup menonjol dan lebih ditekankan, yaitu world class university, kewirausahaan, dan Badan Hukum Pendidikan (BHP),” jelas Prof. Tarkus.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Dikti sangat menekankan orientasi perguruan tinggi untuk menjadi world class university. Unpad sendiri, jelas Prof. Tarkus, sedang berbenah diri untuk mencapai target sebagai universitas kelas dunia. Berbagai upaya terus dilakukan, seperti memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan penelitian maupun penulisan jurnal ilmiah berskala nasional dan internasional.
“Setiap tahunnya kami menyediakan dana bagi sivitas akademika Unpad yang melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah. Sayangnya, sebagian besar dana tersebut masih belum terserap, mengingat belum banyaknya pihak yang tersosialisasikan IKK ini,” kata Prof. Tarkus. Padahal, menurut Prof. Tarkus, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap IKK tersebut kepada setiap pimpinan fakultas.
Hal lain yang ditonjolkan dalam perubahan IKK Dikti adalah BHP. Menurut Prof. Tarkus, kini tidak ada pilihan lagi bagi perguruan tinggi negeri untuk menolak BHP. “Semua harus menerapkan BHP mulai tahun depan atau tahun 2011. Kalau dulu orientasi Unpad adalah perguruan tinggi yang menuju BHP, kini dalam IKK harus dinyatakan BHP 2010,” ujar Prof. Tarkus.
Kondisi tersebut, jelas Prof. Tarkus, perlu dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada mahasiswa dan pengguna lulusan Unpad. Hal ini juga yang dikatakan oleh Rektor Unpad saat memberi pengarahan kepada para pimpinan universitas dan fakultas dalam Rapat Kerja 2009 di Ruang Serba Guna, Gedung Baru Rektorat Lantai 4, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin (16/11).
Dalam pengarahannya tersebut, Rektor menekankan pentingnya mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya dan terus meningkatkan performa akademik di tingkat universitas dan fakultas. “Dosen misalnya, minimal dalam satu semester atau satu tahun wajib menulis sebuah karya ilmiah yang kemudian dipresentasikan dalam sebuah seminar kecil yang disaksikan dosen dan mahasiswanya. Dengan demikian iklim akademis akan tercipta di setiap fakultas,” tegas Rektor Unpad.
Sementara itu, Prof. Tarkus menargetkan bahwa hingga akhir tahun ini, pihaknya akan merampungkan IKK yang telah diperbarui sehingga awal tahun depan, IKK tersebut sudah dapat diketahui oleh seluruh dosen di setiap fakultas. “Untuk mencapai kinerja yang baik, maka semua pihak harus aktif dalam mendukung program universitas. Oleh karena itu peran fakultas dalam menyosialisasikan IKK kepada setiap dosen sangat dibutuhkan,” tandas Prof. Tarkus. (eh)*



