Mahasiswa FH Gali Pengalaman Alumni di Next Generation
Laporan oleh: Marlia
[Unpad.ac.id, 17/11] Ada pendapat mengatakan, bila ingin sukses, salah satu caranya adalah belajar dari pengalaman orang lain, khususnya dari para senior kita. Rupanya hal inilah yang menjadi alasan bagi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unpad mengundang beberapa alumninya untuk berbagi pengalaman dengan para mahasiswa FH Unpad.
Mereka yang diundang tersebut adalah Hadiyanto SH., LL.M., Damos Dumoli Agusman SH., MA., Aom Kusman SH Dr. Dian Erdiana Rae, SH. LL.M., Gunawan Sidauruk SH., MH. Para alumni tersebut diundang dalam sebuah acara yang bertajuk “Next Generation 2009” yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat Lama Unpad, Lantai 3 Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (17/11). Acara ini diikuti oleh mahasiswa FH angkatan 2008 dan 2009.
Dekan Fakultas Hukum, Prof. Dr. Ida Nurlinda, S.H., M.H., saat membuka acara mengatakan bahwa para alumni tersebut merupakan potret sebagian kecil alumni Fakultas Hukum Unpad yang berhasil. Ia juga menjelaskan bahwa apa yang didapat di bangku kuliah bukanlah bekal yang terbesar. Selebihnya, adalah bagaimana berinteraksi dengan lingkungan dan memahami orang lain.
“Mudah-mudahan paparan para alumni ini dapat menggugah dan memotivasi para mahasiswa untuk berbuat yang terbaik untuk kepentingan negara, masyarakat dan sebagainya,” jelasnya.
Dirjen Kekayaan Negara Departemen Keuangan RI , Hadiyanto SH., LL.M., mengatakan bahwa seseorang sangat tergantung dengan family value yang membentuknya. Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seseorang bila ingin sukses, antara lain konsistensi, kompetensi dan kreatif.
“Saat ini, dalam setiap profesi dibutuhkan konsistensi, jangan bersikap tidak cepat mudah berubah. Sedangkan kompetensi, harus dibangun dari kerja keras dan komitmen untuk menciptakan kompetensi tersebut. Kompetensi itu akan menjadi nilai tambah bagi kita dalam mengatasi persaingan di dunia kerja. Yang terakhir, kreatif, harus bisa menciptakan terobosan-terobosan baru,” jelas Hadiyanto yang juga Komisaris Garuda Indonesia ini.
Senada dengan Hadiyanto, Damos Dumoli Agusman SH., MA., yang menjabat sebagai Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Eksosbud Departemen Luar Negeri RI, menambahkan bahwa ketekunan dan semangat untuk belajar menjadi dorongan yang kuat untuk mencapai kesuksesan.
“Cerita hidup saya mirip cerita Laskar Pelangi. Ketika saya pertama kali datang ke Bandung, saya sangat minder. Oleh karena itu, saya terdorong untuk lebih terpacu untuk belajar lebih giat untuk mengejar ketertinggalan saya,” tuturnya.
Damos juga menambahkan bahwa dalam meraih sebuah cita-cita, pasti memerlukan pengorbanan yang terkadang menyakitkan. Namun anggaplah itu sebagai latihan menuju keberhasilan yang kita cita-citakan.
Apabila Hadiyanto dan Damos lebih menekankan pada semangat belajar, komedian, Aom Kusman SH, sebagai alumni paling senior pada acara tersebut, mengatakan bahwa hidup itu bukan hanya belajar dari buku. Ia menegaskan bahwa seorang mahasiswa harus bergaul dan berinteraksi dengan yang lain. Caranya bisa mengikuti berbagai kegiatan di luar kuliah. “Tapi harus diingat, jangan sampai mengganggu kuliah. Selesaikan kuliah dengan baik dan tepat waktu,” pesannya.
Bila selepas mahasiswa akan memasuki dunia kerja, salah satu yang harus diingat adalah jangan pernah menjadi bayang-bayang orang lain. Demikian yang disampaikan oleh alumni FH yang berkarir menjadi Deputi Direktur Internasional Bank Indonesia, Dr. Dian Erdiana Rae, SH. LL.M.
Menurutnya, seseorang harus menggeluti dan mendalami bidangnya masing-masing. “Jangan mengekor atau mengikuti orang lain. Dengan apa yang kita punya dan kita geluti dengan serius, itu akan menjadi jalan bagi kita untuk maju,” tuturnya.
Satu lagi tips dari alumni yang berhasil, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Barat, Gunawan Sidauruk SH., MH., mengatakan bahwa kita juga harus bersikap disiplin, jujur dan loyal. “Selain itu, dalam persaingan kerja yang sangat kompetitif ini, kita harus jadi yang terbaik diantara yang lain. Jangan jadi karyawan yang biasa-biasa saja. Tunjukkan prestasi kamu yang terbaik,” tutur pria asli Batak kelahiran Bandung itu. (eh)*
Sebelumnya
- IKK Baru Perlu Lebih Gencar Disosialisasikan - 17 November 2009
- Konsultasi Gratis, Pengabdian Unpad bagi Masyarakat - 17 November 2009
- Duta Bahasa Harus Miliki Keinginan Kuat Lestarikan Bahasa Indonesia - 17 November 2009
- Estafet Kepemimpinan di KPM Unpad - 16 November 2009
- CISRAL Unpad Terima Sumbangan 200 Buku dari PT HM Sampoerna - 16 November 2009
Sesudahnya
- Noir P. Purba, MSi., Ingin Buat TTS Kelautan Sebagai Cara Belajar Sambil Bermain - 01 Agustus 2010
- Dalam Kompetisi Kompas & Nescafe, Tim Spekta Unpad Jadi Perwakilan Kota Bandung - 31 Juli 2010
- Kesusastraan Arab pun Dipengaruhi Penguasa Sesuai Zaman - 30 Juli 2010
- Unpad Jajaki Kerja Sama dengan Dua Universitas dari Mesir - 30 Juli 2010
- Buku “Probiotik”, Karya Terakhir Almarhum Prof. Soeharsono - 29 Juli 2010





