Universitas Padjadjaran

English
  • Profil Unpad
  • Fakultas
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Kedokteran
    • Matematika & IPA
    • Pertanian
    • Kedokteran Gigi
    • Ilmu Sosial & Ilmu Politik
    • Sastra
    • Psikologi
    • Peternakan
    • Ilmu Komunikasi
    • Keperawatan
    • Perikanan & Ilmu Kelautan
    • Teknologi Industri Pertanian
    • Farmasi
    • Teknik Geologi
Berita
Home | Berita | Risiko Osteoporosis Dapat Terjadi pada Siapa Saja
 

Berita Terbaru

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Lowongan Kerja PT Guna Teguh Abadi Construction
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95
  • Lowongan Guru Bintang Pelajar Institute

Risiko Osteoporosis Dapat Terjadi pada Siapa Saja

Laporan oleh: Ratih Anbarini

[Unpad.ac.id, 17/11] Banyak masyarakat yang tidak sadar terhadap risiko osteoporosis yang bisa saja mengancam jiwanya. Pola dan gaya hidup seseorang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang didiagnosis osteoporosis. Untuk itu, masyarakat perlu ditunjukkan bukti terhadap risiko osteoporosis yang ada dalam dirinya, sehingga mengubah gaya hidupnya selama ini.

Hal tersebut tertuang dalam presentasi makalah yang disampaikan Desi Indrayani, S.Kep., Ners. berjudul “Skrining Osteoporosis: Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Risiko Osteoporosis di Desa Cijambu, Kec. Tanjungsari”. Makalah tersebut dipresentasikannya dalam “Seminar Hasil Penelitian Fakultas” di Ruang 202, Gedung Kuliah Pascasarjana Lantai 2, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (17/11) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Pekan Ilmiah Unpad 2009”.

Dijelaskan Desi yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Keperawatan Unpad bahwa dari hasil bone scan terhadap 295 penduduk diperoleh tiga tingkatan risiko osteoporosis. “Kami membaginya dalam risiko rendah, risiko sedang, dan risiko berat. Dari hasil bone scan tersebut ternyata hanya 11 persen yang berada di tingkatan risiko osteoporosis berat,” jelas Desi.

Ia mengungkapkan bahwa risiko osteoporosis berat tersebut dimiliki oleh penduduk Desa Cijambu yang berusia lebih dari 50 tahun. Hal tersebut dapat dimengerti, mengingat sasaran paling rapuh terhadap risiko osteoporosis ini ada pada orang lanjut usia. “Bahkan 40 persen wanita yang berusia di atas 80 tahun berisiko mengalami satu atau lebih patah tulang belakang,” ungkap Desi.

Lebih lanjut Desi mengungkapkan bahwa untuk melawan osteoporosis ini pemerintah telah melakukan sejumlah cara, di antaranya kampanye minum susu berkalsium dan jalan kaki. Namun, Desi menilai bahwa kesadaran masyarakat terhadap risiko osteoporosis masih sangat rendah, sehingga mengabaikan imbauan pemerintah tersebut.

“Dari hasil bone scan tersebut, kami dapat menunjukkan bukti riil kepada masyarakat bahwa mereka harus mulai mengubah pola hidup dan memperhatikan kesehatan tulang mereka. Diharapkan dengan deteksi lebih awal, masyarakat bisa mencegah terjadinya risiko osteoporosis yang lebih berat,” papar Desi.  (eh)*

Sebelumnya

  • Mahasiswa FH Gali Pengalaman Alumni di Next Generation
  • IKK Baru Perlu Lebih Gencar Disosialisasikan
  • Konsultasi Gratis, Pengabdian Unpad bagi Masyarakat

Sesudahnya

  • Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad
  • Tiga Wisudawan Lulus S-1 Dalam Waktu 3 Tahun 3 Bulan
  • Aktif di Organisasi Kemahasiswaan, Gina Ratnasari Raih IPK 3,95

Akademik

  • Akademik
  • Beasiswa
  • International Student
  • Jadwal Kuliah
  • SMUP
  • SNMPTN

Referensi

  • CISRAL
  • E-learning
  • HKI Unpad
  • Kepegawaian
  • Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Perencanaan dan Sistem Informasi
  • Pustaka Ilmiah
  • Radio Unpad
ad-webmail ad-live ad-paus ad-mahasiswa Layanan Pengadaan PPID Tryout Online

© Unpad 2010
Hak cipta dilindungi undang-undang

kredit | kontak

twitter facebook youtube